Mengenal 4 Upacara Adat Jawa Tengah yang hingga Kini Masih Dilakukan

Novie Fauziah
Upacara adat Jawa Tengah yang hingga kini masih dilakukan (Foto: Dinas pariwisata Demak)

Larung Sesaji yaitu menghanyutkan sepotong kepala lembu dan bebek ke Sungai Brantas, kemudian diikuti dengan Labuh Bumi. Sementara, Labuh bumi merupakan tiga tumpukan raksasa yang berisi berbagai macam hasil bumi, umumnya adalah pala kependhem/ polo pendem (berupa umbi-umbian), sayur-sayuran, dan nasi kuning. Sajian di dalam tampah besar ini nantinya akan diperebutkan oleh seluruh masyarakat yang menghadiri upacara adat tersebut.

2. Selamatan 

Upacara adat Jawa Tengah yang hingga kini masih dilakukan dan dilestarikan adalah selmatan. Selamatan merupakan ritual yang dilakukan oleh masyarakat Jawa. Mereka yang melakukannya akan duduk bersama-sama duduk di emperan tikar, biasanya di depannya disediakan aneka makanan dan minuman. Secara tradisional, kegiatan ini dilakukan sebagai tanda syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Misalnya, baru saja membangun rumah, panen perkebunan, akikah, dan lainnya. Selamatan juga dilakukan oleh masyarakat Sunda dan Madura. 

3. Ruwatan

Ruwatan adalah salah satu bentuk upacara atau ritual penyucian yang hingga saat ini tetap dilestarikan oleh masyarakat Demak, Jawa Tengah. Tradisi ini diberlakukan untuk melestarikan ajaran dari Kanjeng Sunan Kalijaga dan digunakan bagi orang yang Nandang Sukerta atau berada dalam dosa. 

Selain itu meruwat bisa diartikan untuk mengatasi, atau menghindari sesuatu kesusahan batin dengan cara mengadakan pertunjukan atau ritual. Secara umum ritual tersebut menggunakan media Wayang Kulit yang mengambil tema atau cerita Murwakala. Istilah Ruwat berasal dari istilah Ngaruati yang memiliki makna menjaga kesialan Dewa Batara.

4. Tingkeban

Upacara adat Jawa Tengah yang hingga kini masih dilakukan lainnya ada Tingkeban. Tingkeban atau mitoni merupakan tradisi turun-menurun. Secara sosial dan budaya, Mitoni menjadi salah satu sarana yang digunakan untuk menghilangkan kecemasan seorang ibu pada saat mengandung jabang bayi. 

Upacara ini dilakukan biasanya saat ibu hamil mengandung bayi 7 bulan. Nah salah satu artis yang mengadakan ritual ini, yaitu Nella Kharisma dan Dory Harsa. Menariknya, dalang Ki Manteb Soedharsono ikut berpartisipasi dalam acara spesial mereka dengan mengusap kepala pasangan suami istri itu.

Editor : Vien Dimyati
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Alhamdulillah! 176 Jemaah Haji Kebumen Tiba di Tanah Air, Disambut Haru Keluarga

57 tahun lalu

Mengadu ke DPR, Ibu Ini Yakin Anaknya Bukan Otak Pembunuhan Sang Ayah

57 tahun lalu

Syifa Hadju Jalani Ritual Puasa Mutih sebelum Menikah, Ini Manfaatnya!

57 tahun lalu

Terungkap! Syifa Hadju Ternyata Puasa Mutih Biar Pangling saat Menikah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal