“Dan saya ucapkan terima kasih kepada kakaknya yang telah menjaga anak saya. Dengan kejadian ini menjadi teguran saya selaku orang tua,” ujar dia.
Di akhir klarifikasinya, sang ayah kembali menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang menjadi perhatian publik tersebut.
Kronologi Bocah Ditinggal di Tenda Gunung Prau
Melalui unggahan di Instagram @prau_mountain, pihak basecamp turut menjelaskan kronologi kejadian berdasarkan keterangan orang tua bocah tersebut.
Sebelum ditinggalkan untuk melakukan summit, anak itu disebut sedang tidur. Orang tuanya kemudian menitipkan sang anak kepada seorang teman yang mendirikan tenda di sebelahnya.
Namun, ketika bocah tersebut terbangun dan mulai menangis, teman yang dititipi disebut sedang tertidur. Akibatnya, tangisan anak itu tidak segera mendapat respons hingga akhirnya terdengar oleh pendaki lain yang kemudian datang memberikan pertolongan.