Karena itu, Way Kambas memiliki posisi penting dalam pengembangan wisata berbasis konservasi di Lampung.
Setelah sempat ditutup sejak Januari 2026, kawasan TN Way Kambas kemudian kembali membuka layanan kunjungan wisata alam secara terbatas mulai 30 Mei 2026. Pembukaan tersebut diarahkan pada wisata yang lebih berkelanjutan dengan mengedepankan kesejahteraan satwa, edukasi konservasi, dan pelestarian ekosistem.
Artinya, ketika wisatawan berkunjung ke Way Kambas, pengalaman yang ditawarkan bukan sekadar rekreasi, tetapi juga kesempatan untuk memahami pentingnya menjaga habitat satwa liar.
Way Kambas juga dikenal sebagai kawasan dengan keanekaragaman hayati yang tinggi.
Gajah Sumatra menjadi ikon utamanya, tetapi kawasan tersebut juga menjadi habitat bagi satwa lain yang keberadaannya sangat penting bagi ekosistem Sumatra.
Mulai dari badak Sumatra, harimau Sumatra hingga berbagai jenis burung, keberadaan satwa tersebut menjadikan Way Kambas salah satu kawasan konservasi yang memiliki nilai ekologis sekaligus potensi wisata alam yang besar.
Karena itu, kebakaran yang terjadi bukan hanya persoalan hilangnya vegetasi di suatu kawasan, tetapi juga menjadi ancaman terhadap habitat dan ekosistem yang selama ini menopang kehidupan berbagai satwa.