Jika tak mau menaiki anak tangga, Anda dapat menggunakan sepeda motor atau mobil hingga area parkir yang terletak tepat di bawah benteng utama. Hal unik lainnya yang terdapat di benteng ini adalah proses pembuatannya, batu-batu yang menjadi material utama untuk membangun benteng ini direkatkan dengan putih telur burung Maleo yang merupakan burung endemic Sulawesi.
Selain sebagai objek wisata sejarah, Benteng Otanaha juga menawarkan spot-spot yang bagus bagi para pengunjung yang gemar berfoto dengan latar Danau Limboto. Dari atas benteng, Anda akan disuguhi pemandangan sebagian wilayah Kota Gorontalo, khususnya permukiman warga di tepian Danau Limboto. Rumah beratap seng tampak dari atas, serta kendaraan yang berlalu lalang di jalanan juga tampak jelas. Dari benteng ini pula pemandangan utuh danau dari sisi barat bisa Anda saksikan.
Di tepi Danau Limboto, terdapat Museum Pendaratan Pesawat Amfibi Soekarno yang dapat dikunjungi setelah puas menikmati pemandangan sekitar Benteng Otanaha. Museum ini berjarak sekitar dua kilometer dari Benteng Otanaha. Terletak di Kelurahan Dembe I, Kecamatan Kota Barat, destinasi wisata ini bisa Anda capai dengan menggunakan transportasi umum becak motor (bentor) dengan waktu kurang lebih sekitar 20 menit atau delapan kilometer dari pusat Kota Gorontalo.