Butuh Ratusan Tahun Kemasan Makanan dan Minuman Plastik Bisa Terurai

Vien Dimyati
Mengenal bahaya kemasan makanan dan minuman plastik sekali pakai (Foto: Ist)

Sementara itu, terkait dengan rencana BPOM yang akan melabeli air minum dalam kemasan (AMDK) galon atas nama kesehatan publik, Ari kurang sependapat.

"Solusi itu tidak langsung menyentuh permasalahan inti. tidak seratus persen galon sekali pakai itu bebas atau steril dari zat-zat kimia. Daripada membuat galon sekali pakai, solusi yang tepat menurut kami adalah penyediaan water station yang disediakan pelaku industri di ruang publik seperti mall atau stasiun,” kata Ari.

Data KLHK menunjukkan baru 28,5 persen sampah plastik ke laut Indonesia yang bisa dikurangi dari 2018-2021. Ini masih jauh dari target pengurangan 70 persen di 2025. Diketahui, sampah plastik sekali pakai perlu waktu ratusan tahun untuk terurai kembali. 

Belum lagi uraian plastik sekali pakai memperbesar risiko kontaminasi mikro plastik yang mencemari tidak hanya lingkungan tapi juga bagi kesehatan manusia dan hewan.

Editor : Vien Dimyati
Artikel Terkait
Megapolitan
3 bulan lalu

Romadhoni, Petugas Kebersihan Sulap Sampah Plastik Jadi Harapan Baru Jakarta

Buletin
3 bulan lalu

Bekasi Uji Coba Aspal Limbah Plastik, Solusi Ramah Lingkungan dan Hemat Biaya

Megapolitan
9 bulan lalu

Kebakaran Tempat Pengepulan Limbah Plastik di Tangerang, 5 Unit Damkar Dikerahkan

Destinasi
2 tahun lalu

Kemeriahan Festival Like, Peduli Lingkungan Mendaur Ulang Sampah hingga Tanam Pohon

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal