Meski ingin mempertahankan rasa autentik, Inul menyadari selera masyarakat Indonesia memiliki karakter tersendiri. Karena itu, cita rasa masakan tetap diberi penyesuaian agar lebih familiar tanpa menghilangkan identitas kuliner Korea.
"Rasanya, taste-nya juga rasa tetap autentik Korea tetapi tidak meninggalkan khas dari lidah Indonesia Raya," kata Inul.
Dengan pendekatan tersebut, makanan yang disajikan tidak sekadar dibuat menyerupai kuliner Korea, tetapi tetap mempertahankan karakter rasa aslinya sekaligus menyesuaikannya dengan selera lokal.
Menariknya, bisnis kuliner tersebut bukan usaha yang benar-benar baru dimulai. Sebelum diresmikan, restoran itu telah berjalan sekitar satu setengah tahun.
Restoran kemudian direnovasi selama kurang lebih satu bulan sebelum kembali dikembangkan dengan konsep yang lebih matang. Perpaduan antara makanan Korea dan hiburan karaoke menjadi bagian dari upaya Inul membuat tempat tersebut memiliki pengalaman yang berbeda bagi pengunjung.
Bagi Inul, kreativitas menjadi hal penting dalam menjalankan bisnis, terlebih ketika kondisi ekonomi membuat pelaku usaha harus mencari cara untuk tetap menarik perhatian konsumen.
Konsep makan sekaligus karaoke pun menjadi salah satu pilihan Inul untuk menggabungkan dua hal yang sudah cukup lekat dengan perjalanan bisnisnya, yakni kuliner dan hiburan.