Pada kesempatan tersebut, Chief Representative MLA Indonesia, Christian Haryanto, menjelaskan bahwa acara ini memang dirancang untuk meningkatkan pemahaman publik mengenai daging domba Australia, terutama dari Victoria.
“Daging domba Australia dikenal secara global karena kualitasnya yang tinggi, rasa yang lezat, dan jaminan halalnya, menjadikannya pilihan sempurna bagi konsumen Indonesia,” ujarnya.
Menurutnya, melalui gelaran ini, MLA juga ingin mengubah persepsi bahwa memasak domba itu sulit, ataupun dagingnya yang dianggap selalu berbau kuat.
“Banyak yang merasa masak lamb itu susah dan baunya kuat. Padahal dengan daging domba Australia, aromanya lebih bersih dan proses memasaknya sebenarnya simpel. Tadi kita juga mencicipi, dan tidak ada aroma tajam yang sering ditakuti orang,” katanya.
Di sisi lain, Chef Bayu Timur dari Ritz-Carlton Mandapa Bali melihat acara ini sebagai ruang kreatif yang mempertemukan perspektif, teknik, dan budaya kuliner beda negara.
“Acara MLA hari ini amazing, semua chef berkumpul membawa menu masing-masing untuk menunjukkan keunggulan yang berbeda. Ada sentuhan Indonesia, ada Australia, ada Argentina, ada Western. Ini kolaborasi yang bagus,” ujarnya kepada iNews Media Group.