Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas dr Soetomo Yuli Zulaikha mengatakan, terkait pemasaran digital, penggunaan bahasa yang baik dan benar sangat dianjurkan. Penggunaan bahasa di ranah digital harus tetap sopan dan santun, sesuai konteks percakapan dan orang yang berinteraksi, tidak mengumpat atau berkata kasar, serta
menggunakan tanda baca yang jelas.
"Bahasa pemasaran itu sebaiknya merupakan kata-kata yang dapat menarik perhatian calon pembeli sampai mereka membeli produk barang dan jasa yang ditawarkan,” tuturnya.
Sementara itu, Dosen Desain Media, Komunikasi, dan Film Politeknik Bina Madani Cikarang Yudha Wibisono, di era digital sekarang ini, pelaku bisnis pun
membutuhkan perlindungan siber agar bisnis berjalan aman dan lancar dari gangguan kejahatan siber.
Oleh karena itu, katanya, dibutuhkan keamanan digital untuk memastikan penggunaan layanan digital, baik secara daring maupun luring, dapat berjalan dengan aman. Tidak hanya mengamankan data yang kita miliki, tetapi juga melindungi data pribadi yang bersifat rahasia.
"Beberapa tips keamanan digital adalah menyimpan data secara offline, memilih website yang aman, memastikan koneksi internet aman, menggunakan kata sandi yang kuat berupa kombinasi angka dan huruf, serta gunakan enkripsi pada aset digital," kata Yudha.
Dengan hadirnya program Gerakan Nasional Literasi Digital oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika diharapkan dapat mendorong masyarakat menggunakan internet secara cerdas, positif, kreatif, dan produktif.