"SpiceUp optimistis menjadi terobosan yang bermanfaat bagi petani dan juga pemangku kepentingan lain, termasuk para kolektor dan pengusaha," kata Michel Driessen, melalui keterangan tertulisnya, belum lama ini.
Dia menjelaskan, dengan kombinasi teknologi satelit, data lokasi dan survei lapangan, pengguna dapat mengandalkan SpiceUp untuk mengakses informasi spesifik seputar prediksi cuaca, saran pengelolaan air, tanah dan hama penyakit, rekomendasi GAP, traceability (keterlacakan) dan harga pasar yang menguntungkan posisi petani kecil.
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementan, Fadjry Djufry mengatakan, Indonesia masih tertinggal sekitar 150.000 hektare dan produksi/ ha dibandingkan Vietnam yang patut menjadi PR bagi segenap jajaran, termasuk pemerintah daerah.
“Kami telah merilis 10 varietas lada unggul yang sudah tersebar di beberapa provinsi dan menyambut gembira inisiatif SpiceUp sebagai salah satu upaya perbaikan produktivitas melalui berbagai program teknis, peningkatan ekspor dan inovasi untuk mengembalikan kejayaan rempah Indonesia," kata Fadjry.