“Artinya alamnya tidak terganggu, budayanya tidak terganggu dan segala isinya tidak terganggu. Kalau misalkan di kemudian hari hal-hal tersebut terganggu, maka kami nyatakan pariwisata itu gagal," katanya.
Sementara itu, Plt Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kemenko Marves, Kosmas Harefa menjelaskan, Kemenko Marves sedang mengawal berbagai ketentuan terkait Geopark di Indonesia.
"Apa yang kami lakukan sekarang adalah tetap memberikan dukungan kepada pengembangan Geopark Indonesia ke depan. Geopark ini sangat luar biasa kontribusinya terhadap perekonomian kita, demikian juga untuk kontribusi terhadap sektor pariwisata yang sekitar 35 persen," Kosmas.
Dia mengatakan, Kemenko Marves juga terus melakukan rapat-rapat intensif lintas kementerian/lembaga, dalam rangka penyiapan seluruh destinasi wisata menjelang era new normal.
“Termasuk di dalamnya penyiapan destinasi berbentuk alam dan satu di antaranya adalah Geopark,” ujarnya.