“Jadi kami ingin menemukan talenta yang bukan sekadar sosok terkenal, tetapi kami ingin mencari orang yang benar-benar menyukai produk ini dan suka memasak. Jadi dia adalah mitra yang sangat sempurna untuk kami, berdampingan dengan koki yang juga kami libatkan, Freddie,” ujar dia.
Dalam sesi demo masak tersebut, Shayne dan Chef Freddie bersama-sama mengolah dua menu andalan berbahan dasar daging sapi Australia, yakni beef burger dan steak. Kedua menu tersebut memperlihatkan fleksibilitas daging sapi Australia yang mudah diolah menjadi beragam kreasi lezat di rumah.
“Aku hari ini tadi buat dua macam, ada beef burger jadi kita tinggal beli minced beef and then make it er become a patty, beli cheese, beli bread, little bit mayones atau saus apa pun yang available di supermarket, and then that's it, done. Kalau yang kedua, sebenarnya steak, kita masak steak rib eye dan striploin. Kita masaknya dengan saus er black pepper sauce,” ungkap Chef Owner Silk Bistro & Silk Thai, Chef Freddie Salim.
Menurut Chef Freddie, yang pernah melihat langsung proses pengolahan daging sapi di Australia, produk asal Negeri Kanguru tersebut dihasilkan melalui pengawasan ketat oleh para peternak. Selain memiliki jaminan sertifikasi halal, daging sapi Australia juga memiliki standar kualitas Meat Standards Australia (MSA) yang diterapkan di negara tersebut.
“Mereka ada namanya MSA, Meat Standards Australia di mana make sure government Australia begitu mereka ekspor daging, semuanya standarnya sama regardless restoran A, restoran B, atau mancanegara ke luar negeri dari Australia, they all have the same standard,” jelas dia.