JAKARTA, iNews.id - Menambah garam dalam masakan disebut-sebut bisa membuat umur lebih pendek. Temuan ini mencuat setelah sebuah penelitian mengaitkan konsumsi garam tambahan dengan peningkatan risiko kematian dan gangguan kesehatan jangka panjang.
Garam tambahan yang ditaburkan saat memasak atau sebelum menyantap makanan ternyata tidak sekadar memengaruhi rasa. Para peneliti menemukan asupan natrium berlebih berdampak bukan hanya pada tekanan darah, tetapi juga terhadap kesehatan jantung dan organ vital lain dalam jangka panjang.
Ahli gizi menjelaskan tubuh membutuhkan sodium atau natrium dalam jumlah kecil. Zat ini berperan menjaga keseimbangan cairan, mendukung fungsi saraf, serta membantu kontraksi otot tetap optimal.
Namun, kelebihan natrium bisa menjadi bumerang bagi kesehatan. Konsumsi garam tambahan dalam jumlah tinggi dan berlangsung lama disebut berkaitan dengan meningkatnya angka kematian dibanding mereka yang mengonsumsi dalam kadar rendah.
Hubungan ini erat dengan efek natrium terhadap tekanan darah. Saat tubuh menahan terlalu banyak natrium, cairan dalam tubuh ikut meningkat sehingga volume darah bertambah dan tekanan pada dinding arteri menjadi lebih tinggi.
Tekanan darah tinggi merupakan faktor risiko utama berbagai penyakit kardiovaskular. Kondisi ini dapat memicu penyakit jantung koroner, stroke, hingga gagal jantung yang menjadi penyebab kematian terbanyak di banyak negara.