Meski belum diketahui lokasi pasti kejadian tersebut maupun alasan sebenarnya di balik penggunaan daun, video ini tetap sukses menyedot perhatian. Hingga kini, unggahan tersebut telah ditonton 494 ribu kali, meraih lebih dari seribu tanda suka, puluhan komentar, serta ratusan kali dibagikan.
Beragam reaksi pun bermunculan dari netizen. Sebagian memuji kreativitas pedagang yang dinilai ramah lingkungan dan inovatif.
Namun, tak sedikit pula yang meragukan efektivitas cara tersebut. Beberapa netizen menilai penggunaan daun pisang kurang praktis, terutama untuk jenis makanan atau minuman tertentu.
"Kalau ada yang beli, sekalian dianjurkan bawa wadah sendiri atau makan di tempat," tulis salah satu netizen, mendukung ide pengurangan plastik.
"Lebih baik ukuran dikurangi daripada pakai daun begitu," komentar netizen lain. Ada juga yang mempertanyakan penerapannya untuk makanan berkuah yang dinilai sulit jika tanpa plastik.
Terlepas dari pro dan kontra, fenomena ini menunjukkan bagaimana kreativitas sederhana bisa menjadi sorotan luas di tengah isu global, sekaligus memicu diskusi soal alternatif ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.