Wisata ke Malang Wajib Cicipi Orem-Orem yang Jarang Ditemukan, Dijamin Bikin Nagih!

Avirista Midaada
Kuliner orem-orem tradisional khas Malang (Foto: iNews.id/Avirista Midaada)

"Ciri khasnya memang kalau di Malang, ketupatnya lebih besar, dibandingkan dengan daerah lain. Adanya di malang. Yang khas juga tempenya. Jadi yang disebut orem-orem itu ketupat dan tempenya," kata Alex kembali.

Menurut Alex, sehari - hari termasuk saat akhir pekan dia mampu menjual 200 porsi orem-orem. Untuk memenuhi kebutuhan 200 porsi tersebut Alex membutuhkan 30 ketupat besar dan lebih dari 30 ketupat kecil.

"Satu ketupat kecil bisa dipakai 4 sampai 5 porsi. Kalau ketupat besar bisa dipakai 10 porsi. Besar kecilnya ketupat tidak sama," kata dia.

Saat memasak ketupat memerlukan waktu setidaknya 7-8 jam supaya benar-benar matang hingga ke dalam. "Kalau masak ketupat jam 21.00 WIB malam ditinggal tidur paginya jam 05.00 WIB baru matang," tutur Alex.

Sedangkan untuk lauknya, pria yang beralamatkan di Jalan Candi 2 A, Karangbesuki, Sukun, Kota Malang ini memilih ayam potong dan telur ayam potong. "Jadi variasinya orem-orem biasa, orem-orem telur, dan orem-orem ayam. Yang paling diminati yang telur dan ayam," katanya.

Editor : Vien Dimyati
Artikel Terkait
Kuliner
2 hari lalu

2 Restoran Baru di Makau Raih Bintang Michelin 2026, Ini Daftarnya

Kuliner
18 hari lalu

Kedai Kopi di Kaki Gunung Galunggung Ini Siap Manjakan Lidah dan Mata, Wajib Coba!

Kuliner
22 hari lalu

Viral Restoran Uncle Roger di Malaysia Tutup Permanen, Nasi Gorengnya Biasa Saja? 

Nasional
26 hari lalu

Angela Tanoesoedibjo Apresiasi MasterChef Indonesia Tembus Season 13, Lahirkan Banyak Chef Hebat!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal