Anak Bunuh Ayah di Nagan Raya Aceh Terancam Hukuman Mati

Afsah ยท Selasa, 09 Juli 2019 - 02:39 WIB
Anak Bunuh Ayah di Nagan Raya Aceh Terancam Hukuman Mati

Tersangka pembunuhan ayah kandung, DN diperiksa penyidik Satreskrim Polres Nagan Raya, Aceh. (Foto: iNews.id/Afsah)

NAGAN RAYA, iNews.id – Polres Nagan Raya, Aceh menangkap DN, tersangka pembunuhan terhadap ayahnya di Desa Alue Raya, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya, Aceh.

Aksi tersangka ini sebelumnya nyaris tidak terungkap. Pelaku berupaya menghilangkan jejaknya dengan berpura-pura membantu sang ayah yang sudah bersimbah darah dan melaporkan kasus tersebut ke polisi.

Namun, 11 hari setelah kejadian pembunuhan itu polisi menemukan beberapa bukti yang mengarah ke tersangka di antaranya pisau, parang milik korban, dan kaus yang dikenakan korban saat membunuh ayahnya.

“Dari beberapa alat bukti itu, semuanya mengarah ke tersangka. Kita langsung tangkap tersangka di rumah,” kata Kasatreskrim Polres Nagan Raya, AKP Bobby Putra Ramadhan dalam gelar perkara di Mapolres Nagan Raya, Senin (8/7/2019).

Dia mengungkapkan, motif utama pelaku menghabisi nyawa ayahnya karena sakit hati tidak diberikan kesempatan menggarap kebun kelapa sawit.

“Pelaku ini sakit hati tidak diizinkan sama sekali mengelola kebun kelapa sawit. Setelah itu, pelaku ambil pisau dan menusukkan ke bagian belakang tubuh korban yang juga ayahnya sendiri,” ujar Bobby.

BACA JUGA: Sakit Hati Tak Diizinkan Garap Kelapa Sawit, Anak Bunuh Ayah di Nagan Raya Aceh

Saat ini, pelaku sudah ditahan di Mapolres Nagan Raya untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti di antaranya sebilah pisau yang gunakan pelaku untuk menghabisi korban dan parang milik korban, termasuk pakaian saat pelaku beraksi.

Akibat perbuatannya pelaku dijerat dengan Pasal 338 KUHP dan juncto Pasal 340  dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup atau hukuman mati. "Tersangka ini sudah merencanakan aksinya untuk membunuh ayahnya," katanya.

Kepada penyidik, tersangka DN mengakui semua perbuatannya. DIa mengaku menusuk tubuh ayahnya sebanyak dua kali di bagian punggung dan perut. "Dua kali, pak. Yang pertama di belakang (punggung)," ucapnya.


Editor : Kastolani Marzuki