Mantan KPPS di Way Kanan Lampung Tewas Ditikam, Polisi Tangkap Pelaku

Supriadi ยท Senin, 29 April 2019 - 16:12 WIB
Mantan KPPS di Way Kanan Lampung Tewas Ditikam, Polisi Tangkap Pelaku

Kapolres Way Kanan AKBP Andy Siswantoro saat menunjukkan barang bukti badik yang digunakan tersangka untuk menikam korban. (Foto: iNews/Supriyadi)

WAY KANAN, iNews.id – Kasus penikaman yang menewaskan mantan anggota kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) di Kabupaten Way Kanan, Lampung, diungkap polisi. Petugas menangkap pelaku pembunuhan yakni Supri (46) yang masih memiliki hubungan kerabat dengan korban.

Kapolres Way Kanan AKBP Andy Siswantoro mengatakan, peristiwa ini murni tindak kriminal dan tak ada sangkutpaut dengan pemilu. Pelaku ditangkap setelah bersembunyi dalam hutan karet usai menghabisi nyawa Sukardi (48), yang sekaligus menjabat sebagai ketua rukun tetangga (RT) Dusun Margo Mulyo, Kampung Persiapan Kalipapan Rejo, Kecamatan Negeri Agung, Way Kanan, pada Jumat (26/4/2019).

“Ini kasus kriminal murni tak seperti informasi yang beredar. Saya pastikan tidak ada sangkut paut dengan pemilu,” ujar Andy saat jumpa pers di Mapolres Way Kanan, Senin (29/4/2019).

BACA JUGA: Sakit Hati Sering Diejek, Pria di Blora Bacok Tetangga hingga Tewas

Kasus penikaman berujung kematian ini bermula saat tersangka terlibat cekcok dengan seorang warga karena hendak menjadikan lahan miliknya yang akan ditanami singkong menjadi lapangan voli. Tersangka mencabut badiknya yang kemudian coba dilerai korban Sukardi dengan menahannya dari arah belakang.

Sejurus kemudian tersangka berputar dan langsung menikam korban hingga terjatuh. Dia selanjutnya menghujani korban dengan enam tikaman hingga bersimbah darah kemudian melarikan diri dengan masuk ke hutan.

Warga berupaya menyelamatkan korban dengan membawa ke rumah sakit namun nyawanya tak terselamatkan. Korban pun meninggal akibat aniaya senjata tajam dari pelaku.

BACA JUGA: Ratusan Polisi di Halmahera Selatan Demo, Ruang Kapolres Dipalang

Karena itu Kapolres berpesan kepada masyarakat agar selalu waspada dan jangan sampai termakan dengan kabar hoaks. Karena kejadian sebenarnya merupakan kasus kriminal murni dan pelakunya telah ditangkap.

“Jadi tidak ada hubungan dengan pemilihan legislatif yang berkembang di masyarakat. Tidak hubungan juga dengan partai politik maupun caleg tertentu. Ini kasus kriminal murni,” ujar Kapolres.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal berlapis yakni Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan dengan ancaman kurungan maksimal 15 tahun dan Pasal 340 KUHP dengan acaman pidana mati atau seumur hidup. Polisi juga telah mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk badik yang digunakan pelaku untuk membunuh korban.


Editor : Donald Karouw