Berat Badan 350 Kg, Perempuan Tergemuk di Kalteng Ini Minta Bantuan
"Setelah tak mampu membeli minuman herbal penurun berat badan itu, makan dan minum saya jadi tidak terkontrol. Berat badan saya yang sempat 167 kilogram kini menjadi 350 kilogram lebih," ujar perempuan berusia 37 tahun tersebut.
Saat ini, Wati berjuang mengurangi porsi makan camilan karena khawatir badannya terus membesar seiring berat badannya yang terus naik. Karena setiap harinya, dia suka ngemil, minum es dan makan gorengan.
"Setiap kali bangun tidur bagian kaki saya selalu sakit seperti keram, kemudian badan terasa sakit semua," ucapnya.
Wati mengaku tidak pernah melakukan pengobatan atau memeriksa kondisi kesehatannya ke dokter dan rumah sakit. Suaminya juga mensyukuri apa yang sudah diberikan Tuhan.
"Kata suami saya, ambil hikmahnya saja dan syukuri keadaan yang sudah diberikan Tuhan. Mau bagaimana lagi kami berbuat kalau ini sudah nasib dari keluarga kami," kata Wati menirukan ucapan suaminya yang bekerja sebagai pencari kayu hutan tersebut.
Sementara itu, Herlina (19) putri semata wayang wanita tergemuk di Kalteng berharap pemerintah setempat serta para dermawan bisa mengulurkan tangannya untuk membantu menyembuhkan penyakit obesitas yang diderita ibunya.
"Besar harapan kami agar ibu saya mendapatkan uluran tangan dari para dermawan serta pemerintah untuk membantu pengobatan. Kami pasrah dan apa boleh buat dengan kondisi perekonomian kami yang tidak mampu untuk melakukan pengobatan ibu agar bisa kembali normal kembali," ujarnya.
Editor: Donald Karouw