Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Karhutla di Pelalawan Riau Meluas Lebih dari 12 Hektare, BNPB Kerahkan Water Bombing
Advertisement . Scroll to see content

Gubernur Riau Instruksikan Bupati dan Wali Kota Dirikan Posko Karhutla

Rabu, 27 Februari 2019 - 03:10:00 WIB
Gubernur Riau Instruksikan Bupati dan Wali Kota Dirikan Posko Karhutla
Petugas gabungan berupaya memadamkan api yang membakar lahan di Kota Dumai, Riau. (Foto: iNews.id/Yusuf Marpaung
Advertisement . Scroll to see content

Syamsuar menambahkan akan memerintahkan Sekdaprov Riau untuk segera memanggil Dinas Kesehatan dan mengirimkan bantuan ke daerah yang terdampak kabut asap akibat kebaran hutan dan lahan.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru memperkirakan bulan Mei mendatang, cuaca di Riau akan masuk musim kemarau. Kondisi ini akan berlangsung cukup lama. Pihaknya memprediksi musim kemarau di Riau berlangsung hingga pertengan atau akhir Oktober 2019.

"Sekarang sudah mulai memasuki musim kemarau untuk tahap pertama. Nanti pertengan Maret dan April itu ada potensi hujan lagi. Kemudian masuk Mei sampai akhir oktober musim kemarau," kata Kasi Data dan Informasi BMKG Stasiun Pekanbaru Marzuki.

Menurut Marzuki saat ini kondisi curah hujan di Riau mulai minim. Terutama di wilayah Riau bagian utara dan pesisir. Seperti wilayah Rohil, Dumai, Bengkalis dan Meranti.

Sementara itu, kebakaran hutan dan lahan di Kota Dumai, Riau, semakin meluas. Jumlah areal kebakaran dari 43 hektare meningkat jadi 70 hektare hingga ke jalan lintaskota Pekanbaru - Dumai.

Sedikitnya ada empat hektare lahan di jalan tersebut yang terbakar. Lahan di sana memiliki kedalaman sekitar tiga sampai lima meter. Kondisi ini pun menganggu para pengguna jalan yang melintas.

Editor: Kastolani Marzuki

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut