Perawat di Mataram Berdalih Bunuh Ayah karena Lebih Dulu Berusaha Membunuhnya

Harikasidi ยท Senin, 03 Juni 2019 - 22:01 WIB
Perawat di Mataram Berdalih Bunuh Ayah karena Lebih Dulu Berusaha Membunuhnya

Kapolres Mataram AKBP Syaiful Alam memberikan keterangan mengenai pembunuhan yang dilakukan seorang anak terhadap ayah kandungnya di Mataram, NTB, Senin (3/6/2019). (Foto: iNews/Harikasidi)

MATARAM, iNews.id – Perawat yang membunuh ayah kandungnya di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), histeris saat Polres Mataram melakukan gelar perkara kasusnya, Senin (3/6/2019). Tersangka HN (30) beralasan, dia membunuh ayahnya Muhammad Nurahmat (64), karena lebih dulu berusaha membunuhnya.

Tersangka yang mengenakan kaos berwarna oranye dan jilbab ungu serta masker penutup wajah, awalnya tampak tenang saat digelandang sejumlah polisi wanita. Namun, setelah sampai di tempat gelar perkara, HN yang sebelumnya tertunduk lesu dan terlihat pasrah, mendadak histeris.


BACA JUGA: Perawat RSUD Mataram Bunuh Ayah Kandung karena Kesal Dibangunkan untuk Salat


HN menangis sejadi-jadinya. Para polwan berusaha untuk menenangkannya. Mereka pun terpaksa membawa HN kembali ke ruang tahanan Polres Mataram untuk ditenangkan dulu.

Kapolres Mataram AKBP Syaiful Alam mengatakan, HN dikenal memiliki sifat temperamental. Dia membunuh ayah kandungnya dengan sadis menggunakan pisau dapur. HN beberapa kali menusuk ayahnya di rumah mereka, lingkungan Karang Baru Selatan, Karang Baru, Kota Mataram, hingga akhirnya meregang nyawa.

Kapolres mengatakan, polisi masih terus melakuan pemeriksaan terhadap tersangka pembunuhan itu. HN beralibi melakukan pembunuhan tersebut karena ayah kandungnya yang lebih dahulu hendak berusaha membunuhnya.

“Tersangka membuat alibi, bahwa dia katanya dia ditodong dulu sehingga dia melakukan perlawanan,” katanya.

Akibat perbuatannya, HN dikenakan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) Pasal 44 ayat 3 dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 15 tahun, juncto Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan subsider Pasal 351 tentang Penganiayaan yang Mengakibatkan Meninggal Dunia.

Sebelumnya diberitakan, perawat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram, NTB, HN (30), tega membunuh ayah kandungnya Muh Nurahmad (64). Penyebabnya sepele, perempuan tersebut tidak terima dibangunkan untuk salat ashar.

Pelaku menghabisi nyawa ayahnya yang merupakan pensiunan TNI Angkatan Laut (AL) dengan menusukkan pisau dapur berkali-kali pada Sabtu sore (1/6/2019) lalu di rumah mereka, lingkungan Karang Baru Selatan, Karang Baru, Kota Mataram. Korban akhirnya tewas dan telah dimakamkan pada Minggu (2/6/2019).


Editor : Maria Christina