Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Eks Jubir KPK Johan Budi Sambangi Rumah Jokowi di Solo, Ini yang Dibahas
Advertisement . Scroll to see content

Polda Sulsel Buru Ibu-ibu Pelaku Kampanye Hitam terhadap Jokowi

Rabu, 06 Maret 2019 - 16:52:00 WIB
Polda Sulsel Buru Ibu-ibu Pelaku Kampanye Hitam terhadap Jokowi
Kabag Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani menunjukkan foto ibu-ibu yang melakukan kampanye hitam terhadap Jokowi dalam video yang viral di media sosial, Rabu (6/3/2019). (Foto: iNews/Wahyu Ruslan)
Advertisement . Scroll to see content

Dicky mengatakan, pelaku bisa dikenakan dengan Undang-Undang tentang Informasi dan Transaksi Ekonomi (ITE) Nomor 11 Tahun 2008 dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

“Perbuatannya sangat melanggar hukum karena mengajak orang untuk tidak memilih kembali Presiden Jokowi karena akan menghapus pelajaran agama dan menghapus pesantren. Ini adalah perbuatan fitnah,” kata Dicky.

Dicky berharap identitas ibu-ibu yang melakukan kampanye hitam terhadap Jokowi segera terungkap. Karena itu, Polda Sulsel juga akan berkoordinasi dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

“Kalau pelakunya sudah diketahui, kita akan tahu motivasi pelaku ini, orang yang membuat video ini juga karena ini pasti perbuatan yang sudah direncanakan,” ujarnya.

Video berdurasi sekitar 45 detik yang viral di media sosial ini masih menjadi perbincangan hangat netizen, khususnya di wilayah Sulsel. Pasalnya, ibu-ibu dalam video tersebut berbicara dengan menggunakan logat khas Bugis, Makassar. Bahkan, hingga Selasa kemarin, video ini sudah dibagikan hingga 1.000 kali.

Warga mengaku prihatin dengan bentuk-bentuk kampanye hitam yang terjadi menjelang Pemilu 2019. Warga berharap pelakunya segera diamankan dan mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Saya tidak tahu pasti, tapi sepertinya ini logat Bugis Makassar dan kemungkinan di Maros,” kata warga Kabupaten Maros, Abrar Rahman.

Editor: Maria Christina

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut