Bocah Disabilitas di Kota Padang Ini 2 Tahun Diikat di Pohon

Budi Sunandar ยท Kamis, 08 November 2018 - 16:32 WIB
Bocah Disabilitas di Kota Padang Ini 2 Tahun Diikat di Pohon

Bocah disabilitas sudah dua tahun ini tubuhnya diikat tali dan dibiarkan telantar di kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Imam Bonjol, Kota Padang. (Foto: iNews.id/Budi Sunandar)

PADANG, iNews.id - Miris. Seorang bocah yang diperkirakan berusia enam tahun hidup seorang diri dengan kondisi tubuh diikat di sebuah pohon beringin oleh orang tuanya di kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Imam Bonjol, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar).

Ironisnya, kawasan tersebut berhadapan langsung dengan Kantor Wali Kota Padang dan Mapolresta Padang. Kondisi bocah itu juga berlawanan dengan predikat Kota Padang sebagai Kota Layak Anak.

Pantauan iNews di lokasi, Kamis (8/11/2018), tampak seutas tali yang terbuat dari sambungan beberapa kain sepanjang 2,5 meter melilit di perut sang anak yang ditutupi bajunya yang sudah kumal.

Sesekali petugas parkir yang berada di sekitar lokasi memberi makanan dan minuman kepada sang bocah malang itu. Tanpa ragu, bocah itu langsung menyantap habis makanan tersebut. 

Belum diketahui alasan pasti dari orang tua bocah itu mengikat anaknya dengan tali di bawah pohon beringin tersebut.



Namun berdasarkan keterangan dari sejumlah warga setempat, anak tersebut mengalami gangguan mental dan sering berbuat onar, sehingga diikat oleh orang tuanya agar tidak mengganggu.

“Sudah lama, dua tahun ada. Anak itu termasuk nakal. Kalau dia keluar susah dia kembali, orang tuanya susah mencari. Tidak ada rumah,” kata Ramli, petugas parkir.

BACA JUGA: Tragis, 3 Bocah di Makassar Disekap dan Dianiaya Ibu Tiri

Kondisi tersebut ternyata sudah berlangsung selama bertahun-tahun, bahkan sejak dua tahun terakhir keberadaan sang bocah sudah sering terlihat di sekitar lokasi dalam kondisi terikat. Meski demikian, tidak ada pihak yang peduli terhadap bocah tersebut.

“Tidak ada yang menegur. Saya juga tidak tahu siapa nama kedua orang tuanya. Kalau ibunya kadang suka jualan rokok keliling,” tutur Ramli.


Editor : Kastolani Marzuki