Pengedar Upal di Pasar Kulonprogo Ternyata Residivis Kasus Serupa

Kuntadi ยท Rabu, 27 Februari 2019 - 14:39 WIB
Pengedar Upal di Pasar Kulonprogo Ternyata Residivis Kasus Serupa

Pasutri yang mengedarkan uang palsu di Pasar Jagalan, Kalibawang, Kabupaten Kulonprogo, DIY, ditahan di Mapolres Kulonprogo, Rabu (27/2/2018). (Foto: iNews.id/Kuntadi)

KULONPROGO, iNews.id – Pelaku KN (47) yang belanja menggunakan uang palsu (upal) di Pasar Jagalan, Kalibawang, Kabupaten Kulonprogo, DIY, bersama istrinya SN (21), ternyata residivis kasus peredaran upal. KN sebelumnya dipenjara selama 2,5 tahun dan baru dibebaskan pada 2016 lalu di Jepara, Jawa Tengah (Jateng).

“Dia ini adalah residivis dan pernah dipidana 2,5 tahun dalam perkara yang sama, peredaran uang palsu di Jepara,” kata Kapolres Kulonprogo AKBP Anggara Nasution dalam pemaparan kasus di Mapolres Kulonprogo, Rabu (27/2/2019).

Saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mencari kemungkinan ada distributor di balik peredaran upal. Apalagi, tersangka pernah terlibat dalam kasus yang sama. “Kasus ini juga mendapat perhatian dari Krimsus Polda DIY,” katanya.

BACA JUGA:

Belanja Pakai Uang Palsu di Pasar Kulonprogo, Pasutri Dikeroyok Warga

Sindikat Uang Palsu Ditangkap di Pontianak, Rencana Jual Uang ke Caleg

Pasangan suami istri (pasustri) KN dan SN mengaku mendapatkan uang itu dari seseorang di Kabupaten Batang, Jateng dengan cara menukar uang asli. Dengan uang Rp2 juta, mereka bisa memperoleh uang palsu sebanyak 300 lembar pecahan 100 ribuan. Uang itu selanjutnya dibelanjakan ke pasar-pasar tradisional sehingga mereka bisa mendapat kembalian uang asli.

Tersangka akan dijerat dengan UU Nomor 7 Tahun 2016 tentang Mata Uang dengan ancaman 12 tahun penjara. Diberitakan sebelumnya, pasutri asal Kabupaten Jepara, Jateng, dikeroyok pedagang dan warga karena berbelanja dengan upal di Pasar Jagalan, Kalibawang, Kabupaten Kulonprogo, DIY, Selasa (26/2/2019). KN (47) dan istrinya SN (21) akhirnya ditahan di Polres Kulonprogo.

Kedua tersangka berusaha mengedarkan uang palsu pecahan seratus ribuan dengan cara membeli dagangan di pasar tradisional. Sasaran mereka pedagang berusia cukup tua yang diperkirakan kurang bisa mengenali keaslian uang.

Polisi menemukan barang bukti 267 lembar uang palsu pecahan 100 ribuan dari mobil pelaku. Kedua pelaku sempat berusaha membuangnya, namun berhasil digagalkan polisi.

Sementara tersangka KN mengaku nekat mengedarkan uang palsu karena terlilit utang. Dia dikejar terus oleh rentenir yang mengancam membunuh dan menyita rumahnya.

“Sebenarnya saya kerja jadi paranormal. Karena punya utang dan dikejar rentenir, akhirnya saya edarkan uang palsu lagi,” katanya.


Editor : Maria Christina