10 Proyek Bandara Bikin Angkasa Pura I Terlilit Utang, Salah Satunya Bandara Yogyakarta

Suparjo Ramalan · Kamis, 09 Desember 2021 - 11:58:00 WIB
10 Proyek Bandara Bikin Angkasa Pura I Terlilit Utang, Salah Satunya Bandara Yogyakarta
Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero), Faik Fahmi.

JAKARTA, iNews.id - PT Angkasa Pura I (Persero) atau AP I menyatakan perbaikan dan pembangunan 10 bandar udara (bandara) menjadi faktor utama perseroan terlilit utang sebesar Rp28 triliun. Utang tersebut berasal dari kredit sindikasi perbankan dan obligasi.

Adapun total utang perseroan hingga November 2021 mencapai Rp32,7 triliun. Jumlah itu terdiri dari sindikasi perbankan dan obligasi sebesar Rp28 triliun dan  kewajiban yang harus dibayarkan kepada karyawan dan supplier senilai Rp4,7 triliun.

Direktur Utama PT Angkasa Pura I, Faik Fahmi mencatat revitalisasi 10 bandara dari total 15 bandara di bawah pengelolaanya tidak menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dalam skema Penyertaan Modal Negara (PMN). Namun, bersumber dari dana internal perusahaan dan eksternal.

"Jadi, pengembangan kita sama sekali tidak melalui bantuan pemerintah, tapi benar-benar melalui internal dan eksternal melalui sindikasi perbankan dan obligasi," ujar Faik dalam konferensi pers, dikutip Kamis (9/12/2021).

Faik menuturkan, saat Covid-19 melanda Indonesia, pihaknya sedang melakukan pengembangan sejumlah bandara yang mengalmi lack of capacity.

Berikut daftar proyek Bandara yang membuat Angkasa Pura I terlilit utang:

1. Proyek Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) di Kulon Progo yang menghabiskan biaya pembangunan senilai Rp12 triliun

2. Pembangunan terminal baru Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin yang menghabiskan biaya sebesar Rp2,3 triliun. 

3. Pembangunan terminal baru Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang sebesar Rp2,03 triliun, Bandara Sultan Hasanuddin Makassar sebesar Rp2,6 triliun. 

4. Pengembangan beberapa bandara lainnya seperti Bandara Sam Ratulangi Manado, Bandara Lombok Praya, Terminal 1 Bandara Juanda Surabaya, Bandara Pattimura Ambon, hingga Bandara El Tari Kupang pun menghabiskan anggaran yang bernilai bombastis.

Di lain sisi, sepanjang pandemi trafik penumpang di 15 bandara mengalami penurunan signifikan. Pada 2021, jumlah hanya mencapai 32,7 juta penumpang dan diprediksi hanya mencapai 25 juta penumpang saja hingga akhir tahun ini. 

Situasi trafik penumpang menurun drastis membuat perusahaan mengalami tekanan keuangan. Bahkan, perseroan dihadapkan dengan kewajiban membayar pinjaman sebelumnya yang digunakan untuk investasi pengembangan bandara. Dimana, total bunga pinjaman dari sindikasi dan obligasi mencapai Rp 1,54 triliun. 

Editor : Jeanny Aipassa

Bagikan Artikel: