130 Perusahaan Sudah Terdaftar di Simirah, Kemenperin Jamin Ketersediaan Minyak Goreng Curah

Advenia Elisabeth ยท Senin, 04 Juli 2022 - 08:15:00 WIB
130 Perusahaan Sudah Terdaftar di Simirah, Kemenperin Jamin Ketersediaan Minyak Goreng Curah
Dirjen Industri Agro Kemenperin, Putu Juli Ardika. (Foto: dok Kemenperin)

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyatakan 130 perusahaan sudah terdaftar dalam Sistem Informasi Minyak Goreng Curah (Simirah) 2.0. Hal itu, memberi jaminan ketersediaan minyak goreng curah untuk kebutuhan domestik. 

Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin, Putu Juli Ardika, mengatakan 130 perusahaan yang sudah mendaftar di Simirah 2.0 per 1 Juli 2022, terdiri 51 produsen Crude Palm Oil (CPO), dan 79 produsen Minyak Goreng Sawit (MGS).

"Di dalam program Minyak Goreng Curah Rakyat (MGCR), saat ini sudah terdapat penambahan produsen, yang awalnya 75 perusahaan pada Program Minyak Goreng Curah Bersubsidi, menjadi 79 perusahaan MGS,” kata Putu, melalui keterangan tertulis di Jakarta, dikutip Senin (4/7/2022).

Dari total 130 perusahaan yang mendaftar di Simirah 2.0, lanjutnya, sebanyak 98 perusahaan sudah mendapatkan nomor registrasi yaitu 24 produsen CPO dan 74 produsen MGS.

"Semua yang mendaftar, tidak ada yang ditolak. Tetapi yang belum mendapat nomor registrasi itu karena masih proses verifikasi atau masih melengkapi data yang kurang," ujar Putu.

Dia menjelaskan, pemerintah bertekad menjalankan program ini dengan baik dan akuntabilitas terjaga sehingga menjamin ketersediaan dan memenuhi kebutuhan MGCR sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp14.000 per liter atau Rp15.500 per kilogram. Pemerintah juga memfasilitasi para pengecer yang ingin menjual MGCR.

Diharapkan dengan adanya pengecer resmi yang sudah terdaftar di Simirah 2.0, atau Pelaku Usaha Jasa Logistik dan Eceran (PUJLE), bisa membantu pemerintah dan masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan minyak goreng dalam negeri.

Putu mengungkapkan, pada Juni 2022, total MGCR yang disalurkan oleh produsen MGS sebanyak 268 ribu ton, 182 ribu ton di antaranya telah sampai di distributor 1 (D1), 45 ribu ton sampai di pengecer, dan 28 ribu ton telah dijual ke masyarakat.

"Peningkatan volume ekspor atas CPO dan MGS dapat dilakukan melalui percepatan penyaluran DMO-DPO ke dalam negeri, termasuk dalam bentuk minyak curah berwadah," ujar Putu.

Beberapa waktu lalu, lanjutnya, Direktorat Jenderal Industri Agro Kemenperin menyelenggarakan Business Matching Regional Sumatra Program MGCR di Medan untuk menyosialisasikan Program MGCR, sekaligus memudahkan para peserta bermigrasi ke Simirah 2.

"Dalam kegiatan ini kami membuka layanan konsultasi bagi perusahaan serta melibatkan satuan kerja Kemenperin di Medan untuk menjadi auditor," tutur Putu.

Dari 74 produsen MGS yang mendapatkan nomor registrasi Program MGCR, sebanyak 39 perusahaan (52 persen) berada di wilayah regional Sumatera dan dari 24 produsen CPO yang mendapatkan nomor registrasi, 17 produsen (70,8 persen ) berada di wilayah regional Sumatra.

"Artinya, regional Sumatra begitu sentral dan penting sebagai pusat produksi minyak goreng," ungkap Putu.

Pada periode 1-30 Juni 2022 pencapaian penyaluran program MGCR rata-rata 81,72 persen dari kebutuhan bulanan di setiap provinsi.

"Berdasarkan data, pengiriman produsen MGCR ke tujuh provinsi tujuan yakni Bali, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, dan Sumatra Barat, telah melebihi proyeksi kebutuhannya," kata Putu.

Editor : Jeanny Aipassa

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda