Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Tilang Gunakan Teknologi AI, Kocak Foto Polisi Berubah Jadi Katak
Advertisement . Scroll to see content

14 Juta Pekerjaan di Seluruh Dunia Diperkirakan Hilang 5 Tahun Lagi

Senin, 01 Mei 2023 - 09:34:00 WIB
14 Juta Pekerjaan di Seluruh Dunia Diperkirakan Hilang 5 Tahun Lagi
14 juta pekerjaan di seluruh dunia diperkirakan hilang 5 tahun lagi. (Foto: dok iNews)
Advertisement . Scroll to see content

Adapun penggunaan teknologi kecerdasan buatan akan memberikan dampak positif dan negatif. Perusahaan akan membutuhkan pekerja baru membantu menerapkan dan mengelola alat kecerdasan buatan. Menurut WEF, pekerjaan data analyst dan scientist, spesialis perangkat lunak, dan pakar keamanan siber diperkirakan akan tumbuh rata-rata 30 persen pada 2027.

Pada saat yang sama, proliferasi kecerdasan buatan akan membahayakan banyak posisi karena robot menggantikan manusia dalam beberapa kasus. WEF memprediksi, kemungkinan ada 26 juta pekerjaan pencatatan dan administrasi berkurang pada 2027. Jumlah pegawai entri data dan sekretaris eksekutif diperkirakan akan mengalami penurunan paling tajam.

Terlepas dari heboh seputar alat seperti ChatGPT, otomatisasi telah berkembang perlahan pada awal dekade ini. Organisasi yang disurvei WEF memperkirakan, 34 persen dari semua tugas terkait bisnis saat ini dilakukan oleh mesin. 

Ekspektasi untuk laju adopsi di masa mendatang juga telah direvisi turun. Pada 2020, pemberi kerja memperkirakan sebesar 47 persen tugas akan diotomatisasi pada 2025. Sekarang mereka memperkirakan angka tersebut mencapai 42 persen pada 2027.

Sementara itu, menurut WEF, perusahaan memikirkan kembali keterampilan apa yang dibutuhkan karyawan. Perusahaan sekarang menghargai kemampuan untuk menggunakan alat AI secara efisien lebih dari pemrograman komputer.

Editor: Jujuk Ernawati

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut