2019, Investasi Hulu Migas Ditargetkan Tembus 14,79 Miliar Dolar AS

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Rabu, 16 Januari 2019 - 21:58 WIB
2019, Investasi Hulu Migas Ditargetkan Tembus 14,79 Miliar Dolar AS

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksanaan Kegiatan Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas), Dwi Soetjipto. (Foto: iNews.id/Isna Rifka Sri Rahayu)

JAKARTA, iNews.id - Satuan Kerja Khusus Pelaksanaan Kegiatan Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas) menargetkan investasi hulu migas sebesar 14,79 miliar dolar AS pada 2019. Sementara target pengembalian biaya operasi (cost recovery) dipatok 10,22 miliar dolar AS.

Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto mengatakan, target tersebut didasarkan pada asumsi lifting migas tahun ini yang ditarget mencapai 96 persen. Pasalnya, sejauh ini sudah ada 13 rencana proyek yang akan beroperasi (onstream) senilai 702 juta dolar AS.

"Investasi terus meningkat tiga tahun terakhir. Memang sebelum ada penemuan cadangan minyak besar relatif bisa dipertahankan," ujar Dwi di kantornya, Rabu (16/1/2019).

Ketiga belas proyek proyek tersebut yaitu Proyek Kompleks Betara-Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Petrochina International Jabung Ltd.; Proyek Terang Sirasun Batur Phase 2 – KKKS Kangean Energy Indonesia; Ario Damar-Sriwijaya Phase 2 – KKKS PT Tropik Energi Pandan; Proyek Pengaliran Gas Temelat ke Gunung Kembang Selatan – KKKS PT Medco E&P Indonesia.

Lalu ada Proyek Bukit Tua Phase 3 – KKKS Petronas Carigali Ketapang II Ltd.; Proyek Full Well Steam Kedung Keris – KKKS ExxonMobil Cepu Limited; Proyek Buntal-5 – KKKS Medco E&P Natuna Ltd.; Proyek Bison-Iguana-Gajah Putri – KKKS Premier Oil Natuna Sea BV.; Proyek Suban Compression – KKKS ConocoPhillips (Grissik) Ltd.;

Kemudian Proyek Pemasangan Kompresor Betung – KKKS PT Pertamina EP; Proyek Bayan Gas Production Facilities – KKKS Manhattan Kalimantan Investments Pte. Ltd.; Proyek YY – KKKS PHE ONWJ; serta Proyek Meliwis – KKKS Santos (Madura Offshore) Pty. Ltd.

"Ketiga belas proyek tersebut diharapkan dapat memberikan tambahan produksi minyak sebesar 8.600 barel per hari dan 1,3 miliar kaki kubik gas per hari," kata dia.

Dwi menyebut, ada epat proyek strategis nasional yang belum onstream pada tahun 2019 yaitu Proyek Tangguh Train 3 yang ditargetkan tahun 2020, Proyek Jambaran Tiung Biru yang ditargetkan tahun 2021, Proyek Indonesia Deep Water (IDD) yang ditargetkan tahun 2024, dan Proyek Abadi yang ditargetkan tahun 2027, tetap menjadi prioritas.

"Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pencapaian tahapan empat proyek strategis nasional menjadi salah satu indikator kunci kinerja SKK Migas di tahun 2019," ucapnya.

Mantan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) itu mengatakan, realisasi investasi hulu migas pada tahun lalu mencapai 12 miliar dolar AS dari target 14,2 miliar dolar. Artinya, realisasi ini tercapai 84 persen.

Menurutn dia, belum optimalnya realisasi tersebut dipengaruhi oleh naiknya cost recovery sebesar 11,7 miliar dolar AS (unaudited). Angka tersebut mencapai 112 persen dari target APBN 2018 sebesar 10,1 milliar dolar AS.

Editor : Rahmat Fiansyah