6 Penemuan Tak Disengaja yang Bikin Orang Mendadak Kaya-Raya, Ada yang Nilainya Ratusan Triliun

Suparjo Ramalan ยท Sabtu, 02 Juli 2022 - 14:06:00 WIB
6 Penemuan Tak Disengaja yang Bikin Orang Mendadak Kaya-Raya, Ada yang Nilainya Ratusan Triliun
Muntahan paus atau ambergris yang berinilai mahal. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Ada beberapa barang berharga bernilai fantastis yang penemuannya tak disengaja. Hal ini membuat sang penemu mendadak menjadi kaya raya

Barang-barang yang ditemukan berupa batu emas, muntahan Paus, koin tua, hingga harta karun. Dilansir dari berbagai sumber, ada sejumlah fakta menarik, dimana, orang-orang biasa mendadak menjadi kaya raya dengan menemukan benda-benda yang ternyata merupakan barang berharga. 

Berikut 6 penemuan tak disengaja yang membuat orang kmendadak kaya raya, seperti dirangkum MNC Portal Indonesia, Sabtu (2/7/2022): 

1. Muntahan Paus

Sukadi, seorang nelayan di Bengkulu, menemukan 200 kilogram benda mengapung di tengah Samudra Hindia yang diduga muntahan (Ambergris) paus. Kejadian ini terjadi pada 2 November 2017 lalu. 

Awalnya, Sukadi tidak mengetahui bahwa benda yang mengapung itu adalah muntahan paus. Dia berinisiatif mengecek titik koordinat menggunakan global positioning system (GPS). 

Dia pun mengira benda yang bertebaran itu adalah limbah. Namun, saat benda tersebut dikumpulkan di perahu lalu dibawa ke darat, baru diketahui jika benda itu adalah muntahan paus.

Benda langka itu mahal karena karena kerap dijadikan bahan membuat parfum mewah. Walaupun jarang ditemukan dan biasanya tenggelam, muntahan paus sendiri biasanya mengapung dan terdampar di pantai. 

Kejadian serupa juga terjadi di Inggris, Charlie Naysmith, seorang anak berusia 8 tahun, juga menemukan muntahan Paus. Awalnya dia mengira benda itu biasa, namun saat ia mengeceknya bersama sang ayah, muntahan paus tersebut bernilai 63.000 dolar AS atau setara Rp800 juta.

2. Dinding Koin

Pada 2007 lalu, beberapa anak-anak bermain di sebuah rumah kosong di Pennsylvania. Saat itu, mereka menemukan beberapa koin tua berjejer rapih menyelimuti salah satu dinding.

Ketika orang tua mereka mengetahuinya, mereka memecahkan dinding itu dan ratusan koin jatuh dari sana. Ada koin biasa senilai 8.500 dolar AS atau sekitar Rp 121 juta dan beberapa koin langka senilai
200.000 dolar AS atau sekitar Rp2,86 miliar

3. Bongkahan Emas

Seorang petani lokal dari Australia dikabarkan menemukan bongkahan emas yang mirip seperti sebuah nugget. Dengan menggunakan detektor logam, emas ditemukan 60 sentimeter di bawah tanah dekat kota Ballarat.

Banyak pemilik toko dibuat tak percaya akan penemuan nugget emas seberat 5.5 kilogram tersebut. Penemuan itu termasuk barang yang langka. Catatan terakhir menyebutkan bongkahan emas yang mereka temukan hanya seberat 2,8 kg. Nilai nugget emas itu diprediksi mencapai 315.000 dolar AS atau setara Rp4 Miliar.

4. Harta Karun Hoxne

Peter Whatling, seorang petani Inggris mendapatkan kekayaan yang melimpah setelah menemukan harta yang disebut 'Hoxne Hoard'.

Awalnya, Peter Whatling meminta temannya Eric Lawes untuk membantunya mencari palunya yang hilang. Ide menggunakan detektor logam pun keluar untuk menemukan palunya yang hilang.

Tetapi alih-alih palu, mereka menemukan sebuah kotak kayu dengan perhiasan dan koin senilai sekitar 15 juta dolar AS atau sekitar Rp214 miliar.

Para arkeolog menamakan harta ini Hoxne Hoard dan dibawa ke British Museum untuk dipamerkan. Eric sendiri mendapat hadiah 2,3 juta dolar AS atau sekitar Rp32 miliar yang dia bagikan dengan Peter.

5. Royal One

Di tahun 1999, seorang penambang bernama Bobby asal Australia menemukan batu kasar  berkilauan dari ember terakhirnya setelah mengakhiri 40 tahun berkarir sebagai penambang. Karena merasa batu itu sangat bagus, Bobby membawanya pulang sebagai sebuah souvenir.

6. Gelombang Mikro

Seorang insinyur bernama Percy Spencer bereksperimen dengan besi detektor pesawat, ternyata eksperimennya ini tidak sengaja menemukan bahwa magnetron dapat melelehkan coklat. 

Produk yang tidak disengaja ini membuat Raytheon, perusahaan industri tempat Spencer bekerja, membeli ide alat itu sekitar 25 miliar dolar AS atau sebesar Rp357 triliun.

Editor : Jeanny Aipassa

Bagikan Artikel:








Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda