Ada Wabah PMK, Ini Persiapan Pedagang Hewan Kurban Jelang Idul Adha

Heri Purnomo ยท Minggu, 26 Juni 2022 - 15:13:00 WIB
 Ada Wabah PMK, Ini Persiapan Pedagang Hewan Kurban Jelang Idul Adha
Pedagang hewan kurban di tahun ini melakukan persiapan ekstra terkait penyakit mulut dan kuku, demi menjamin kualitas hewan ternak yang dijualnya untuk Hari Raya Idul Adha. (Foto: MPI/Heri Purnomo)

JAKARTA, iNews.id - Jelang Hari Raya Idul Adha 2022 pedagang hewan kurban mulai bermunculan di berbagai wilayah Indonesia. Namun ada yang berbeda dengan persiapan yang dilakukan pedagang hewan kurban di tahun ini, terkait adanya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak

Saat ini, Penyakit Kuku dan Mulut banyak menyerang hewan ternak di berbagai wilayah Indonesia. Berdasarkan data yang dilihat dari situs siagapmk.id, wabah PMK telah menyebar ke 19 provinsi dan 217 Kota/Kabupaten.

Hingga Sabtu (25/6/2022), terdapat 263.333 kasus PMK. Di mana kasus aktif yang masih tersisa yakni sebanyak 174.651 ekor, dinyatakan sembuh 84.715 ekor, potong bersyarat 2.464 ekor dan dinyatakan mati 1.503 ekor. Total hewan yang sudah divaksin 12.177 ekor. 

Itu sebabnya, pedagang hewan kurban di tahun ini melakukan persiapan ekstra, demi menjamin kualitas hewan yang dijualnya untuk Hari Raya Idul Adha. 

Budi (28) pedagang hewan kurban asal Boyolali mengatakan bahwa persiapan yang dilakukannya pada Hari Raya Idul Adha yakni tidak lagi menjual hewan kurban yang bukan berasal dari kandangnya. Hal tersebut dilakukannya untuk memastikan bahwa hewan yang ia jual dalam kondisi yang sehat. 

"Hewan kurban yang kita jual di sini diambil kandang sendiri jadi lebih aman untuk dikonsumsi," ujar Budi, kepada MNC Portal Indonesia, di pusat penjualan hewan kurban wilayah Kebayoran Lama, Jakarta, Minggu (26/6/2022). 

Dia mengungkapkan, para pedagang sudah melakukan vaksinasi terhadap hewan kurbannya, serta melakukan karantina terlebih dahulu sebelum di bawa ke Jakarta.

Selain itu, dia juga memberikan berbagai vitamin baik secara tradisional maupun medis kepada hewan kurbannya. Hal itu dilakukan sebagai bentuk proteksi terhadap hewan kurban yang ia jual dari wabah PMK. 

"Sebelum dibawa kesini (Tempatnya berjualan hewan kurban) hewan kurban sudah melalui proses karantina serta melakukan vaksinasi terhadap hewan kurban dan juga memberikan pengobatan secara tradisional maupun medis," kata Budi. 

Berdasarkan pantauan MNC portal, hewan kurban yang berada di lapak Budi tersebut hanya terdapat 6 ekor sapi dan 20 ekor kambing. 

Budi mengatakan bahwa dirinya tidak berani menyetok hewan terlalu banyak. Hal tersebut lantaran masih banyaknya kasus hewan ternak yang terkana wabah PMK. 

"Ya nggak bawa banyak kalo sekarang, masih khawati, paling kalo ada yang pesan baru nanti saya ambil lagi dari kampung," tutur Budi. 

Editor : Jeanny Aipassa

Bagikan Artikel:








Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda