Adik Prabowo Respons Tudingan Dapat Keuntungan dari Proyek IKN
Lebih lanjut Hashim mengatakan, tidak ada rencana untuk menjual dan memberikan lahanya kepada pemerintah terkait tudingan pemilikan lahan yang akan digunakan untuk membangun IKN.
"Saya sudah memberikan ke negara 93.000 hektare 8 tahun lalu, saya merasa tidak punya kewajiban untuk menyerahkan lagi. Saya waktu itu menyerahkan juga tidak dapat kompensasi, tapi saya kira tidak apa-apa," kata dia.
Terkait penyuplai air bersih di IKN, Hashim memangatakan, hanya kebetulan dibangun di kawasan dekat dari IKN Nusantara yang berjarak kurang lebih 25 kilometer (km). Namun air tersebut akan disuplai untuk daerah Balikpapan, Samarinda, serta Penajam Paser Utara.
"Tujuan dari proyek air bersih saya tiga tahun sebelum Pak Jokowi menetapkan lokasi IKN baru, ini yang saya sampaikan, seolah-olah ini adalah rezeki bagi-bagi proyek pemerintah bagi petinggi supaya mendapat dukungan politik seolah-olah," ujarnya.
Hashim menjelaskan, proyek tersebut untuk melayani masyarakat di daerah tersebut atas permintaan dari masyarakat Kalimantan Timur.
"Saya bertemu dengan Wali Kota Balikpapan waktu itu, dan sangat senang dan disambut rencana kami karena masyarakat Balikpapan sangat memerlukan air bersih, demikian di Samarinda dan kota lain," tutur Hashim.
Dia menyebut untuk menyuplai air bersih ke IKN Nusantara sampai saat ini belum ada kontrak dari pemerintah. Meski demikian, Hashim berharap besar mendapatkan kontrak tersebut.
"Kontrak belum ditandatangani, sangat besar harapan dong untuk ditandatangani," kata Hashim.
Sedangkan untuk pembangunan pelabuhan di teluk Balikpapan yang ditujukan untuk hilir mudik logistik pembangunan IKN, Hashim mengatakan tidak benar.
"Saya kira itu tidak benar, itu fake news. Saya punya pelabuhan yang saya beli dari perusahaan Amerika tahun 2007, termasuk komplek 2 dermaga, dan saya sama sekali tidak ada rencana untuk membangun pelabuhan. Tapi kalau ditawarkan pemerintah, ya sayakan seorang pengusaha," tutur Hashim.
Editor: Jujuk Ernawati