Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Generasi AI Dimulai dari Bangku SD, Mengapa Critical Thinking Jadi Kunci?
Advertisement . Scroll to see content

AI dan Deepfake Makin Canggih, KADIN Minta Perbankan Perkuat Keamanan Siber

Selasa, 07 Juli 2026 - 16:31:00 WIB
AI dan Deepfake Makin Canggih, KADIN Minta Perbankan Perkuat Keamanan Siber
KADIN Jakarta sekaligus Co-Founder APDI Arif Ilham Adnan. (Foto: iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

Meski demikian, Arif menilai risiko terbesar yang dihadapi industri keuangan saat ini bukan semata-mata ancaman siber, melainkan hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap lembaga keuangan.

"Semakin digital sistem keuangan, semakin besar pula peran kepercayaan sebagai aset utama. Risiko terbesar saat ini adalah trust risk atau risiko terhadap kepercayaan," katanya.

Ia menjelaskan bahwa nasabah mungkin masih dapat memaklumi gangguan layanan untuk sementara waktu. Namun, pelanggaran terhadap keamanan data maupun hilangnya kepercayaan akan jauh lebih sulit dimaafkan.

Berdasarkan survei APDI, lanjut Arif, keamanan siber dan perlindungan data kini menjadi pertimbangan utama masyarakat dalam memilih layanan keuangan digital. Faktor tersebut bahkan mengungguli kemudahan penggunaan, kelengkapan fitur, maupun berbagai promosi yang ditawarkan penyedia layanan.

Karena itu, Arif menegaskan bahwa isu kepercayaan tidak lagi cukup ditangani oleh divisi teknologi informasi atau keamanan siber semata. Menurutnya, digital trust harus menjadi agenda strategis yang mendapat perhatian langsung dari jajaran direksi dan dewan komisaris.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut