AI dan Deepfake Makin Canggih, KADIN Minta Perbankan Perkuat Keamanan Siber
Meski demikian, Arif menilai risiko terbesar yang dihadapi industri keuangan saat ini bukan semata-mata ancaman siber, melainkan hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap lembaga keuangan.
"Semakin digital sistem keuangan, semakin besar pula peran kepercayaan sebagai aset utama. Risiko terbesar saat ini adalah trust risk atau risiko terhadap kepercayaan," katanya.
Ia menjelaskan bahwa nasabah mungkin masih dapat memaklumi gangguan layanan untuk sementara waktu. Namun, pelanggaran terhadap keamanan data maupun hilangnya kepercayaan akan jauh lebih sulit dimaafkan.
Berdasarkan survei APDI, lanjut Arif, keamanan siber dan perlindungan data kini menjadi pertimbangan utama masyarakat dalam memilih layanan keuangan digital. Faktor tersebut bahkan mengungguli kemudahan penggunaan, kelengkapan fitur, maupun berbagai promosi yang ditawarkan penyedia layanan.
Karena itu, Arif menegaskan bahwa isu kepercayaan tidak lagi cukup ditangani oleh divisi teknologi informasi atau keamanan siber semata. Menurutnya, digital trust harus menjadi agenda strategis yang mendapat perhatian langsung dari jajaran direksi dan dewan komisaris.