Airlangga Sebut Harga Vaksin dari Inggris Jauh Lebih Murah daripada China

Rina Anggraeni ยท Selasa, 15 September 2020 - 10:17 WIB
Airlangga Sebut Harga Vaksin dari Inggris Jauh Lebih Murah daripada China

Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. (Foto: Humas Kemenko Perekonomian)

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah membuka pintu bagi negara mana pun yang menemukan vaksin Covid-19. Saat ini, berbagai negara mulai dari AS hingga China tengah menjalani uji klinis (clinical trial) vaksin virus corona.

Menteri Koordinator Bidang Perekonimian Airlangga Hartarto mengatakan, selain vaksin dari Sinovac China, pemerintah menjajaki kerja sama dengan Koalisi Inovasi Kesiapsiagaan Epidemi (CEPI). Lembaga yang didanai oleh Bill Gates itu bekerja sama dengan perusahaan farmasi Inggris, AstraZeneca.

Airlangga menyebut, harga vaksin AstraZeneca ini lebih murah dibandingkan dengan vaksin Sinovac. Penyebabnya, banyak negara yang bergotong royong ikut mendanai CEPI.

"Ada AstraZeneca, GAVI CEPI ini adalah kegiatan multilateral berbagai lembaga dan negara untuk dapat vaksin sebagai public services. Melalui GAVI CEPI, harga vaksin diperkirakan lebih rendah, (yaitu) 3-5 dolar AS. Sedangkan Sinovac antara 10-20 dolar AS," ujarnya, Selasa (15/9/2020).

Mantan menteri perindustrian itu memperkirakan Indonesia akan memperoleh akses vaksin 250-300 juta dosis pada tahun depan. Sementara pada akhir 2020, vaksin yang diperoleh sekitar 30 juta dosis.

"Sekarang 30 juta (dosis) sudah dikomitmen untuk diberikan di kuartal IV (2020) sehingga nanti di kuartal I (2021) kita sudah bisa melakukan vaksinasi ke subject yang berhasil lewat pengetesan dari clinical trial," tuturnya.

Dia menambahkan pengadaan vaksin ini sudah dianggarkan dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). "Biaya penanganan Covid-19, pemerintah salurkan anggaran sebesar Rp695,2 triliun. Keseluruhan program ini dengan perinciannya sudah disampaikan dan di tahun 2021 program ini dilanjutkan dengan anggaran Rp356,5 triliun karena kita sudah komitmen," ucapnya.

Editor : Rahmat Fiansyah