Akselerasi Digitalisasi, Erick Thohir Dorong Bank Raya Jadi Tuan Rumah Fintech

Suparjo Ramalan ยท Rabu, 09 Februari 2022 - 13:02:00 WIB
Akselerasi Digitalisasi, Erick Thohir Dorong Bank Raya Jadi Tuan Rumah Fintech
Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo

JAKARTA, iNews.id - Menteri BUMN, Erick Thohir, mendorong kerja sama antara PT Bank Raya Indonesia Tbk atau BRI Agro dengan financial technology (fintech) sebagai wujud akselerasi digitalisasi

Bahkan, Erick Thohir mendorong Bank Raya menjadi tuan rumah bagi fintech. Pernyataan itu, disampaikan Wakil Menteri BUMN II, Kartika Wirjoatmodjo, di Jakarta, Rabu (9/2/2022). 

Dia mengatakan, dalam kerja sama kedua entitas tersebut, Bank Raya akan menjadi distributor. Pasalnya, masih banyak fintech yang belum terjangkau oleh masyarakat di rural area atau daerah pedesaan. 

"Di bawah BRI kami mendorong Bank Raya sebagai transformasi dari BRI Agro untuk menjadi bank digital yang terdepan dan mendorong adanya ekonomi hijau. Orang-orang yang tadinya tidak bisa akses KUR, bisa difasilitas Bank Raya sebagai tuan rumah bagi fintech," ujar Kartika Wirjoaatmodjo yang akrab disapa Tiko, pada Rabu (9/2/2022). 

Menurut dia, masih banyak fintech yang belum terjangkau dan belum memiliki layanan geografis, mereka bisa bekerja sama dengan BRI dan Bank Raya, dengan memanfaatkan jaringan agen yang mencapai 500.000 yang tersebar di seluruh Indonesia. 

Langkah itu, lanjut Tiko, menjadi salah satu kunci akselerasi digitalisasi untuk ekosistem digital bank-bank milik negara. 

"Ini akan menjadi kunci dalam upaya transformasi untuk ekosistem digital. Ada transformasi yang saat ini dilakukan, anda sudah mendengar ada 3 lapisan ada bisnis model, konektivitas digital ini adalah yang menjadi daya saing untuk meningkatkan konektivitas dan platform digital yang akan kami perluas skalanya, dan mengintegrasikan di bawa Telkom," tutur Tiko. 

Tak hanya itu, Kementerian BUMN juga meminta agar perusahaan pelat merah di sektor lain mengikuti jejak Himpunan Bank-Bank Milik Negara (Himbara) perihal penguatan digitalisasi. Langkah itu agar BUMN bisa menjadi perusahaan global. 

Dia menjelaskan, Kementerian BUMN terus mengakselerasi digitalisasi di internal perusahaan negara. Inovasi digital menjadi satu kunci bertahan hidup dan berkembang di tengah tantangan disrupsi digital saat ini.

"Kami terus menekankan BUMN melakukan digitalisasi. Contoh paling maju ada pada BUMN perbankan," ungkap Tiko.

Dia mengungkapkan, sejumlah inovasi dan transformasi menjadi kekuatan utama Himbara dalam memenangkan persaingan baik di pasar dalam negeri maupun di luar negeri. Meski begitu, pemegang saham terus mendorong agar Himbara tetap melakukan transformasi model bisnis dan penguatan digitalisasi. 

"Himbara tetap harus terus melakukan transformasi. Kami mendorong mereka menjadi model bank-bank hybrid," ujar Tiko.

Dia mengatakan, layanan perbankan dengan menerapkan strategi hybrid merupakan sebuah keharusan mengingat mayoritas pelaku usaha industri perbankan telah lebih terbiasa dengan digitalisasi. 

Tiko menyebut himbara tak boleh terlena dengan basis nasabah dan jangkauan yang luas. "Kami ingin memastikan disrupsi digital tidak akan mengurangi kemampuan bisnis perusahaan di masa depan," katanya.

Editor : Jeanny Aipassa

Follow Berita iNews di Google News

Bagikan Artikel:





Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda