Alasan KAI Pinjam Dana dari Pemerintah: Kas Minus Rp3,4 Triliun

Giri Hartomo ยท Rabu, 08 Juli 2020 - 14:24 WIB
Alasan KAI Pinjam Dana dari Pemerintah: Kas Minus Rp3,4 Triliun

KRL Commuter Line. (Foto: iNews.id/Zen Teguh)

JAKARTA, iNews.id - Kinerja keuangan PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI tertekan akibat pandemi Covid-19. Posisi kas BUMN jasa angkutan kereta itu diprediksi minus Rp3,4 triliun pada akhir tahun.

Direktur Utama KAI, Didiek Hartantyo mengatakan, kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan social distancing berdampak besar terhadap bisnis KAI. Pendapatan perseroan anjlok sejak Februari.

Didiek merinci, pada Januari 2020, KAI meraup pendapatan Rp2,3 triliun. Namun bulan berikutnya, pendapatan KAI anjlok menjadi Rp1,2 triliun.

Pada Maret, situasinya makin parah dengan pendapatan Rp890 miliar. Kemudian pada April, pendapatan KAI Rp684 miliar. Dengan kata lain, tren pendapatan KAI sejak Februari terus menukik tajam.

Di sisi lain, kata Didiek, KAI harus mengeluarkan biaya operasional yang cukup tinggi karena keterisian penumpang yang rendah. Pada Januari, biaya operasional Rp1,7 triliun, Februari Rp749 miliar, Maret Rp1,4 triliun, dan April Rp1,2 triliun.

"Inilah dampak Covid-19 begitu langsung terasa dalam cash flow kami," ujarnya dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR, Rabu (8/7/2020).

Eks Senior Vice President Bank Mandiri itu menambahkan, KAI juga memiliki beban keuangan yang cukup besar. Rinciannya, pembayaran bunga Rp920 miliar dan pembayaran PPh Rp479 miliar.

Didiek memperkirakan, total pendapatan KAI sepanjang tahun ini sebesar Rp11,98 triliun. Sementara total biaya operasional, termasuk gaji karyawan Rp14,02 triliun.

"Setelah dilakukan efisiensi pemotongan biaya operasional, kas kami sampai akhir tahun, maka sebesar minus Rp3,44 triliun," katanya.

Oleh karena itu, kata dia, KAI mengajukan dana talangan kepada pemerintah. Tujuannya arus kas KAI tetap positif. "Setelah efisiensi operasional sesuai skenario, maka KAI masih membutuhkan dana Rp3,5 triliun untuk menjaga arus kas positif 2020," tuturnya.

Editor : Rahmat Fiansyah