Anak Muda Sukses dari Pasar Modal, Mengapa Tidak?

Koran SINDO, Rahmat Fiansyah ยท Minggu, 28 Januari 2018 - 11:30:00 WIB
Anak Muda Sukses dari Pasar Modal, Mengapa Tidak?
Ilustrasi (Foto: Okezone.com)

JAKARTA, iNews.id - Tidak banyak anak muda yang melewatkan masa remajanya dengan menyisihkan uang jajan untuk menabung. Felix Haridinata, 21, salah satu anak muda zaman now yang melakukannya.

Bukan hanya menabung di bank, Felix mencoba mengembangkan uangnya di pasar modal dengan membeli saham sejak usia 16 tahun. Tidak hanya saham, Felix juga pernah mencoba melakukan perdagangan mata uang asing atau yang dikenal dengan sebutan trading forex.

Hal itu bermula dari rasa penasaran Felix kerap melihat orang tuanya mendapat penghasilan tambahan hanya dengan mengamati layar monitor komputer.

“Klik klik saja nanti beberapa bulan sudah ada hasilnya. Akhirnya saya belajar sendiri bagaimana trading saham dari mengumpulkan uang pemberian orang tua hingga angpau saya sering dipakai untuk beli saham saja,” kenang Felix.

Terjun langsung di Forex ternyata banyak hambatan yang dilaluinya setahun, dan dua tahun pertama mengalami kegagalan. Akhirnya dia beralih ke saham yang dirasa cocok baginya. Meski lebih lama, pergerakan saham relatif tidak terlalu volatil dibanding forex sehingga dia merasa lebih tenang.

Saat trading saham, Felix pun banyak belajar. Ketika sudah mahir, dia pun kembali lagi untuk investasi di Forex. Kini keduanya stabil berjalan, hasil yang didapatnya pun dapat langsung dinikmati.

Felix dapat mem biayai kuliahnya sendiri. Sudah jatuh cinta dengan saham, Felix pun memantapkan diri untuk berkarier sebagai coach di Ellen May Institute, sebuah institusi konsultasi mengenai pasar modal. Mereka sering membuat seminar hingga workshop secara pribadi mau pun bersama.

Felix melihat minat masyarakat zaman sekarang untuk melakukan investasi di saham sangat besar, cuma terkendala edukasi yang masih kurang. Berdasarkan pengalaman yang didapatnya selama kurun waktu lima tahun terakhir, Felix ingin berbagi ilmu sekaligus langkah yang pernah ditempuhnya.

“Sisi psikologi juga kami bina di sini bagaimana masih banyak keraguan yang ada pada calon investor. Ada mental block, itu yang kami coba tembus,” ujarnya. Felix mengaku senang bila mereka yang ikut tergabung untuk konsultasi dapat sukses, beberapa dari mereka yang sudah tercapai tujuannya, ingin liburan hingga beli apartemen.

Satu lagi generasi muda Indonesia yang jatuh cinta pada dunia pasar modal. Felicia Putri Tjiasaka, 22, bahkan memilih berkarier di pasar modal sebagai analis riset di pasar modal. Alasannya sederhana, karena dengan bekerja di pasar modal dia mengaku sekali bekerja bisa dua kali mendapatkan keuntungan. Pertama, dia bisa membantu orang untuk mengelola uang dari pasar modal sekaligus mendapat pendapatan pribadi dari tempat yang sama. Felicia juga dapat berinvestasi untuk dirinya sendiri.

“Jadi belajar di tempat yang sama, tapi bisa menghasilkan dua pendapatan,” ujar Felicia.

Dia menuturkan ketertarikan terhadap pasar modal terjadi tidak sengaja saat tujuh tahun yang silam atau tepatnya kelas 1 SMA, dia diikutkan lomba pasar modal oleh gurunya. Semenjak itu, berbagai lomba diikuti dan dirinya mengembangkan kemampuannya.

“Dulu pernah kerja sebagai konsultan, tapi akhirnya berhenti untuk lebih fokus berkarier di dunia pasar modal,” akunya.

Dia pun masih ingat awal menginvestasikan modalnya hanya Rp2 juta hasil dari tabungannya mengikuti lomba pasar modal. Sekarang, Felicia memiliki total Rp 150 juta di saham dan reksa dana. (Ananda Nararya)

Editor : Ranto Rajagukguk