Anak Usaha Waskita Karya Ekspor Perdana Tiang Pancang ke Myanmar

Suparjo Ramalan ยท Selasa, 12 Oktober 2021 - 14:10:00 WIB
Anak Usaha Waskita Karya Ekspor Perdana Tiang Pancang ke Myanmar
Anak usaha Waskita Karya ekspor perdana tiang pancang ke Myanmar

JAKARTA, iNews.id - Anak usaha PT Waskita Karya (Persero), PT Waskita Beton Precast Tbk (WBP) mendapat kontrak baru dalam proyek pelabuhan atau Thilawa Shipyard di Myanmar. WBP akan mengekspor perdana produk tiang pancang berbentuk bulat dan berongga di bagian tengah atau spun pile.

Produk yang diekspor adalah spun pile K-800/PHC pile atau Pretensioned Spun High strength Concrete Piles dengan panjang 10-15 meter, PHC piles 17.729 meter dengan 1.580 batang ke negara tersebut. Saat ini, manajemen telah melakukan seremonial pengiriman produk secara perdana. 

"Produk ini disuplai untuk proyek pelabuhan atau Thilawa Shipyard di Myanmar," kata Direktur Utama WBP Moch Cholis Prihanto, Selasa (2/10/2021). 

Seremonial ekspor dilakukan di Plant Bojonegara. Cholis menyebut, seremonial tersebut menjadi kebanggaan karena perusahaan berhasil meraih kontrak proyek di luar negeri. Bahkan, ini menjadi bukti perusahaan mampu menghasilkan produk-produk precast yang memenuhi standar internasional.

Plant Bojonegara nantinya akan menjadi center of gravity dan garda terdepan untuk mewujudukan cita-cita perusahaan dalam mengembangkan pasar internasional, khususnya di Kawasan Asia Tenggara,” ujar dia. 

Hal ini didukung lokasi Plant Bojonegara yang strategis di wilayah Banten, di mana menjadi plant terbesar dengan kapasitas produksi sebesar 475.000 ton per tahunnya. Ke depannya, plant ini akan memiliki dermaga sendiri sehingga memudahkan dan memperlancar proses pengiriman produk melalui jalur laut.

“Proyek ini akan menjadi milestone awal kiprah WBP di pasar luar negeri khususnya Asia Tenggara,” ucap Bambang. 

Melalui dukungan dari sumber daya yang mumpuni dan program transformasi bisnis yang telah disusun, lanjut Cholis, perusahaan akan memperkuat komitmen guna mendukung program strategis pemerintah, khususnya dalam meningkatkan volume ekspor produk Indonesia dan penetrasi pasar internasional. 

Dia optimistis, ke depannya perusahaan terus menyusun strategi untuk menjangkau pasar eksternal dengan melakukan kemitraan dengan holding dan kolaborasi dengan kontraktor atau precaster internasional.

Editor : Jujuk Ernawati

Bagikan Artikel: