Anindya Bakrie: Indonesia Bisa Jadi Perantara Komunikasi Ketegangan AS-China
Kadin menilai Indonesia tidak hanya memiliki kedekatan secara geografis dan ekonomi dengan China, tetapi juga menjalin relasi budaya dan politik yang sudah terbangun lama. Hal ini memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra netral.
Peringatan 75 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan China menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi. Kadin menilai situasi global yang dinamis harus disikapi dengan kebijakan diplomatik yang bijak dan terbuka.
Menlu Sugiono Temui Menlu AS, Bahas Tarif Trump hingga Palestina
Anindya mengingatkan stabilitas kawasan dan peluang perdagangan bisa tetap terjaga jika Indonesia memainkan peran strategis sebagai jembatan komunikasi. Hal ini dinilai penting bagi pertumbuhan ekonomi nasional.
Kadin juga mengapresiasi perkembangan pesat China selama tiga dekade terakhir yang dapat menjadi pembelajaran bagi Indonesia. Dalam konteks hubungan luar negeri, kolaborasi strategis kata Anin perlu dikembangkan lebih jauh.
Trump Kenakan Tarif 25 Persen bagi Mobil Diproduksi di Luar Amerika, Ini Langkah Ford
“Dari sisi ekonomi, mitra dagang terbesar adalah China. Lalu ada juga dari sisi politik, sejarah panjang, dan hubungan people to people seperti pertukaran pelajar,” ucapnya.
Editor: Aditya Pratama