Antisipasi Krisis Global, Menko Airlangga: Indonesia Fokus Hilirisasi Komoditas Pertanian dan Perkebunan

Suparjo Ramalan ยท Senin, 03 Oktober 2022 - 17:17:00 WIB
Antisipasi Krisis Global, Menko Airlangga: Indonesia Fokus Hilirisasi Komoditas Pertanian dan Perkebunan
Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto. (Foto: Kemenko Perekonomian)

JAKARTA, iNews.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian), Airlangga Hartarto, mengatakan Indonesia semakin fokus pada hilirisasi komoditas pertanian dan perkebunan. 

Fokus tersebut untuk mengantisipasi krisis global, terutama di sektor pangan, guna memastikan ketersediaan, aksesibilitas, dan keterjangkauan komoditas pertanian dan perkebunan. 

“Salah satu kebijakan yang saat ini sedang difokuskan oleh pemerintah adalah hilirisasi komoditas, tidak terkecuali sektor pertanian dan perkebunan," ungkap Airlangga, Senin (3/10/2022). 

Airlangga mencatat pada kuartal II 2022, pertumbuhan ekonomi Indonesia ditopang oleh sektor pertanian, dengan proporsi sebesar 12,98 persen. Pertanian menjadi sektor paling tangguh terhadap pandemi Covid-19 dan mampu menambah penyerapan tenaga kerja sebesar 50.000.

Selain itu, peran sektor pertanian terhadap perekonomian nasional juga didukung oleh kontributor utama dari subsektor perkebunan. Subsektor perkebunan sendiri menyumbang sebesar 27 persen terhadap PDB pertanian yakni Rp560 triliun. 

Tidak hanya itu, subsektor perkebunan juga menyerap sebesar 44 persen di tenaga kerja pertanian, dan 15 persen dari tenaga kerja nasional. 

Airlangga sendiri telah mengesahkan Deklarasi Hari Komoditas Perkebunan yang digalakkan oleh Dewan Komoditas Perkebunan dan KADIN Indonesia. Ke depan, Hari Komoditas Perkebunan ini akan diperingati setiap tahunnya pada 29 September.

PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) atau BKI yang tergabung dalam Forum Komunikasi Dewan Komoditas Perkebunan menyadari bahwa perekonomian nasional perlu diselenggarakan berdasarkan asas demokrasi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi.

Lalu, berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional sesuai dengan Undang Undang Nomor 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan.

Direktur Utama BKI sekaligus Wakil Ketua Komite Tetap Peningkatan Produktivitas, Rudiyanto mengatakan jika saat ini produk hasil komoditas perkebunan di hulu belum terintegrasi dengan industri hilir. Meskipun hasil komoditas perkebunan telah berkontribusi besar terhadap devisa negara dan perekonomian nasional dan daerah.

Kadin Indonesia dan anggota Forum Komunikasi Dewan Komoditas Perkebunan, lanjut Rudiyanto, telah mengadakan seminar kajian terkait peran standarisasi dan produktivitas hasil komoditas perkebunan dalam meningkatkan nilai ekspor nasional. 

“Melalui acara ini diharapkan dapat mendukung upaya peningkatan standar produktivitas komoditas perkebunan di hulu, menjadikan komoditas perkebunan dan turunannya lebih diterima, sehingga akan meningkatkan ekspor dan investasi di dalam negeri,” ungkap Rudiyanto.

Editor : Jeanny Aipassa

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda