Aset Bakrie Telecom (BTEL) Melonjak 60 Persen, Ini Pemicunya
JAKARTA, iNews.id - Total aset PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) melonjak 60,29 persen secara tahunan (yoy) senilai Rp33,27 miliar pada akhir 2022. Tahun lalu, BTEL memiliki total aset senilai Rp20,75 miliar.
Corporate Secretary PT Bakrie Telecom Tbk, Purwoko Suatmadji, mengatakan peningkatan aset perseroan dipicu kenaikan sejumlah pos piutang usaha, sekaligus persediaan dan aset perusahaan.
"Ini berkaitan dalam pekerjaan atas proyek yang dilaksanakan oleh entitas anak perseroan," kata Purwoko di Jakarta, dikutip Minggu (2/7/2023).
Sebagaimana tersaji dalam pos neraca di laporan konsolidasian full-year 2022, BTEL mencatatkan aset dalam pengerjaan mencapai Rp12,47 miliar, dibandingkan nihil pada tahun sebelumnya. Pada pos persediaan juga terdapat kenaikan signifikan dari semula Rp644 juta menjadi Rp2 miliar.
Perusahaan Bus Listrik Grup Bakrie Listing Hari Ini, Sahamnya Kelebihan Permintaan 3,7 Kali
Sayangnya, jumlah utang atau liabilitas emiten telekomunikasi milik grup Bakrie ini mencapai Rp5,8 triliun, alias naik 2,3 persen yoy. Hal ini mendorong perseroan mengalami defisiensi modal-bersih mencapai Rp5,85 triliun.
Kerugian yang dicapai pada akhir 2022 sebesar Rp117,92 miliar mendorong akumulasi rugi (defisit) BTEL membengkak menjadi Rp18,91 triliun, sedikit lebih tinggi dari posisi 2021 sebanyak Rp18,80 triliun.
10 Perusahaan Terbesar Dunia versi Forbes Global 2000, Nomor 1 Beraset 3,7 Triliun Dolar AS
Saat ini BTEL masih mengandalkan pendapatan dari layanan infrastruktur media yang menjadi kontribusi utama pendapatan perseroan mencapai Rp26,41 miliar, disusul jasa telekomunikasi dan periklanan digital masing-masing mencapai Rp9,45 miliar dan Rp7,16 miliar.
Memungut penghasilan dari jasa teknologi informasi senilai Rp4,82 miliar, sehingga total pendapatan akhir 2022 mencapai Rp47,85 miliar.
Editor: Jeanny Aipassa