Asita: Pengunjung Hotel dengan Sertifikat CHSE Naik 30 Persen Selama Pandemi
JAKARTA, iNews.id - Asosiasi Perusahaan Perjalanan Indonesia (Asita) menyatakan, hotel dan restoran dengan sertifikat Clean, Health, Safety and Environment (CHSE) banyak dipilih masyarakat selama pandemi Covid-19. Bahkan jumlah pengunjung di hotel dengan sertifikat CHSE tumbuh 30 persen selama pandemi.
CHSE merupakan program Kemenparekraf berupa penerapan protokol kesehatan yang berbasis pada Clean (bersih), Health (sehat), Safety (aman), dan Environment Sustainability (kelestarian lingkungan). Program ini dilakukan untuk menyertifikasi para pelaku usaha industri di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, termasuk hotel.
Wakil Ketua DPP Asita Budijanto Ardiansjah mengatakan, CHSE cukup membantu masyarakat untuk memilih hotel-hotel yang memiliki standar kesehatan yang dijamin pemerintah.
"Tidak hanya hotel termasuk restoran juga, CHSE ini cukup membantu mereka supaya wisatawan yang masuk mendapatkan rasa yang lebih aman dan nyaman dengan hotel yang sudah disertifikasi CHSE," kata dia kepada MNC Portal Indonesia, Rabu (3/11/2021).
Budijanto menuturkan, hotel-hotel yang tersertifikasi CHSE mengalami peningkatan pengunjung sampai 30 persen dibandingkan dengan hotel yang tidak memiliki sertifikat CHSE.
"Terjadi peningkatan okupansi sekitar 30 persen karena saat ini masyarakat lebih aware untuk memilih hotel yang sudah tersertifikasi CHSE," ujarnya.
Sementara itu, agen aplikasi biro perjalanan Mister Aladin juga mencatat kenaikan okupansi hotel pada kuartal I tahun ini sekitar 11 persen, sementara pada kuartal II tumbuh 15 persen. Sedangkan pada kuartal II, pertumbuhan okupansi hotel mencapai 30 persen.
CEO Mister Aladin Nitha Sudewo mengatakan, peningkatan okupansi tersebut didukung dua faktor utama. Pertama, penerapan sertifikasi CHSE pada hotel, sehingga masyarakat menjadi lebih aman dari sisi kesehatan, dan pelonggaran aktivitas masyarakat.
"User itu lebih yakin untuk stay di hotel yang sudah tersertifikasi CHSE karena ada jaminan ketika mereka menginap di hotel tersebut," ujar Nitha.
Adapun Survei Agen Traveloka mencatat, sebanyak 53 persen masyarakat memilih hotel dengan pertimbangan kesehatan serta protokol kesehatan yang bersih dan lengkap. Sementara hanya ada 45 persen masyarakat yang memilih hotel melalui pertimbangan diskon dan promo yang ditawarkan.
Dari data tersebut dapat disimpulkan, masyarakat saat ini lebih mempertimbangkan protokol kesehatan dibandingkan dengan promo diskon. Hal itu tercermin dari meningkatnya performa kunjungan masyarakat ke hotel yang sudah bersertifikasi CHSE.
Editor: Jujuk Ernawati