Australia Mau Pasang Kabel Bawah Laut ke Singapura Lewati Indonesia, Luhut: Harus Izin dan Bayar

Heri Purnomo ยท Kamis, 08 September 2022 - 09:00:00 WIB
 Australia Mau Pasang Kabel Bawah Laut ke Singapura Lewati Indonesia, Luhut: Harus Izin dan Bayar
Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, pada Focus Group Discussion bertajuk "Prospek Investasi Kabel Bawah Laut di Indonesia: Berbagai Sumber Daya Untuk Pembangunan Berkelanjutan", di Jakarta, Rabu (7/9/2022). (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah Australia harus mengajukan izin dan membayar ke Indonesia terkait dengan rencana pemasangan kabel bawah laut ke Singapura

Pernyataan itu, disampaikan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, pada Focus Group Discussion  (FGD) bertajuk "Prospek Investasi Kabel Bawah Laut di Indonesia: Berbagai Sumber Daya Untuk Pembangunan Berkelanjutan", di Jakarta, Rabu (7/9/2022). 

“Terkait dengan rencana pemasangan kabel bawah laut dari Australia ke Singapura, saya sudah bilang ke pihak Australia kalau mereka harus meminta izin dan bayar. Kita ini negara berdaulat, kita tunjukkan kita hebat,” kata Luhut.

Menurut dia, pemerintah saat ini sedang meningkatkan hilirisasi dan digitalisasi produksi dalam negeri ke dalam e-catalog, termasuk kabel bawah laut.

“Seperti kabel bawah laut ini, kalau bisa kita produksi dalam negeri, kita buat semua, lalu dimasukkan dalam e-katalog, sehingga menjadi efisiensi dan menurunkan korupsi,” kata Menko Luhut dalam keterangan tertulis, Rabu (7/9/2022). 
 
Pernyataan yang sama juga disampaikan Ketua Umum Asosiasi Sistem Komunikasi Kabel Bawah Laut Seluruh Indonesia, Akhmad Ludfy. Menurut dia, industri sistem informasi kabel bawah laut masih menggunakan sumber daya dari luar negeri.
 
Terkait pemasangan kabel bawah laut, Sekretaris Jenderal Asosiasi Sistem Komunikasi Kabel Bawah Laut Seluruh Indonesia, Amri Chatib, mengatakan market size industry kabel bawah laut cukup bagus. "Walau pun dalam kondisi covid, ekonomi masih bergeliat di angka sekitar 150 juta dolar,” ujarnya.
 
Selanjutnya, Ketua Umum Asosiasi Pabrik Kabel Listrik Indonesia, Noval Jamalulail, mengungkapkan total kapasitas kabel Indonesia saat ini telah mampu memproduksi semua jenis kabel serat optik nasional.
 
“Industri kabel serat optik dalam negeri telah mampu dan siap mendukung pemerintah dalam pembangunan jaringan telekomunikasi nasional dan yang terpenting itu tidak impor,” kata Noval.
 
Pada kesempatan tersebut, Menko Luhut juga menyampaikan bahwa pemerintah menjalankan hilirisasi, contoh yang sedang berjalan adalah industri turunan nikel ore yang memiliki pertumbuhan besar.
 
“Saat ini kami menyusun peta jalan untuk hilirisasi nikel ore, tin, bauksit, dan kelapa sawit. Kita berdayakan downstream industry. Kalau semua berjalan baik, target kami tahun 2030 pendapatan per kapita dapat mencapai sekitar 10 ribu dolar,” tutur Luhut.

Editor : Jeanny Aipassa

Bagikan Artikel:








Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda