PLN Gandeng Perusahaan Korsel Bangun Jaringan Listrik Kabel Bawah Laut

Suparjo Ramalan · Kamis, 28 Juli 2022 - 12:15:00 WIB
PLN Gandeng Perusahaan Korsel Bangun Jaringan Listrik Kabel Bawah Laut
Ilustrasi - Petugas memeriksa jaringan kelistrikan di gardu induk. (Foto: Antara/PLN)

JAKARTA, iNews.id - PT PLN (Persero) resmi menggandeng perusahaan asal Korea Selatan (Korsel), LS Corporation untuk membangun jaringan listrik dengan kabel bawah laut. Kerja sama ini juga untuk mengembangkan sistem kelistrikan dengan kabel bawah tanah

Kerja sama antara PLN dengan LS Corporation diwujudkan dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) oleh Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, dan Chairman of LS Group, Ja Eun Koo, Kamis (28/7/2022).

Menurut Darmawan, kerja sama ini sejalan dengan tugas PLN dari pemerintah untuk meningkatkan rasio elektrifikasi hingga ke pelosok negeri. 

Kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan menjadi tantangan bagi PLN yang memerlukan pengembangan keahlian khusus untuk bisa membangun jaringan kelistrikan melalui teknologi kabel bawah laut ataupun kabel bawah tanah. 

"Untuk bisa meningkatkan rasio elektrifikasi di Indonesia maka salah satu pilihannya dengan memperluas jaringan kelistrikan antar wilayah bahkan antar pulau. Untuk itu, kami di PLN perlu memperdalam teknologi kabel bawah laut," ujar Darmawan. 

Dia mengungkapkan, kabel bawah laut juga dibutuhkan untuk membangun interkoneksi jaringan guna mendukung pengembangan energi baru terbarukan (EBT). Konsep interkoneksi ini bisa menjadi solusi atas masalah intermitensi dari pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).

Tidak hanya itu, kebutuhan pembebasan lahan dan Right of Way (RoW) untuk jaringan transmisi semakin lama semakin membutuhkan dana yang lebih besar dan kompleks, sehingga perlu dilakukan pengkajian untuk menggunakan kabel bawah tanah.

Melalui MoU ini, lanjutnya, PLN akan melakukan penjajakan kerja sama dengan LS Corporation, dan dilanjutkan dengan kegiatan-kegiatan diskusi, studi, transfer pengetahuan yang akan diatur dalam naskah perjanjian yang lebih detail.

"MoU dimaksudkan untuk mengatur ketentuan dalam rangka menyiapkan tindak lanjutnya," kata Darmawan. 

Dia menjelaskan, salah satu yang sangat diperlukan PLN adalah benchmarking dan kajian-kajian perkembangan teknologi kabel bawah tanah dan kabel laut baik AC maupun DC untuk berbagai tegangan yang diproyeksikan akan lebih kompetitif, terutama untuk pengembangan seperti offshore.

"Dan tentu saja pemanfaatan kabel tanah untuk pertumbuhan beban di perkotaan dan pemanfaatan kabel laut antar pulau," ungkap Darmawan. 

Dia menambahkan, dalam kerja sama ini nantinya akan dilakukan peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan transfer pengetahuan dalam bidang kabel laut dan kabel tanah.

Editor : Jeanny Aipassa

Follow Berita iNews di Google News

Bagikan Artikel:




Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda