Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : IHSG Sepekan Melemah 0,99 Persen, Kapitalisasi Pasar Menyusut Jadi Rp12.305 Triliun
Advertisement . Scroll to see content

Awal Pekan, IHSG Berpeluang Menguji Rekor Baru

Senin, 22 Januari 2018 - 07:43:00 WIB
Awal Pekan, IHSG Berpeluang Menguji Rekor Baru
Ilustrasi (Foto: iNews.id/Yulianto)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang mencetak rekor baru pada perdagangan hari ini, Senin (22/1/2018) seiring masih kuatnya aksi beli meski secara volume semakin terbatas.

Binaartha Sekuritas memperkirakan IHSG akan bergerak pada rentang support 6.466-6.478 dan resisten 6.520-6.548.

"Meski diharapkan pergerakan positif ini dapat terjaga, namun tetap waspadai aksi profit taking yang akan memanfaatkan kenaikan tersebut," kata Analis Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada dalam risetnya, Senin.

Pada perdagangan akhir pekan kemarin ,IHSG mengalami kenaikan sebesar 18,23 poin atau 0,28 persen di akhir sesi, berada di bawah kenaikan sebelumnya yang naik 28,15 poin atau 0,44 persen. Dengan investor asing mencatatkan penjualan bersih (nett sell) Rp889,05 miliar dari sebelumnya nett sell Rp294,98 miliar.

Reza mengatakan, pergerakan IHSG pada akhir pekan sempat menyentuh rekor tertinggi terbarunya. Namun, dia juga melihat, pergerakan IHSG yang sempat melemah di awal sesi mengindikasikan maraknya aksi ambil untung dengan memanfaatkan kenaikan sebelumnya.

Reza mengatakan, masih adanya aksi beli terutama pada saham-saham industri dasar dan pertambangan mampu membuat laju IHSG dapat bertahan di zona hijau, terutama menjelang penutupan.

Selain itu, kata Reza, pergerakan rupiah yang masih terapresiasi dan bursa saham Asia yang juga bergerak positif turut berimbas pada naiknya IHSG.

Sementara Reliance Sekuritas memperkirakan IHSG bergerak bervariasi, bahkan berpeluang terkoreksi di awal pekan dengan range pergerakan 6.440-6.500. Secara teknikal, IHSG diprediksi terkonsolidasi setelah gagal terkoreksi pada akhir pekan lalu

"Pola candlestick pergerakan membentuk hanging man dengan indikasi koreksi. Namun secara pergerakan Wave, IHSG masih memiliki ruang pergerakan hingga menguji level 6.500. Indikator stochastic berpotensi dead-cross pada area overbought dengan momentum RSI yang cenderung tertahan," kata Analis Reliance Sekuritas Indonesia, Lanjar Nafi.

IHSG pekan sebelumnya ditutup menguat 18.23 poin ke level 6.490 pada pre-closing dengan sektor industri dasar memimpin penguatan. Sejumlah saham seperti TKIM, INKP dan SMCB menguat diatas 5 persen.

Pergerakan IHSG selama perdagangan cenderung tertahan pada zona merah setelah beberapa pandangan ekonomi mengenai suku bunga Indonesia yang akan tertahan. Investor asing tercatat net-sell Rp899,55 miliar dengan saham TOWR, ICBP, PGAS dan TLKM yang mengalami aksi jual hingga di atas 100 miliar.

Sementara itu, mayoritas indeks saham di Asia mengakhiri pekan dengan penguatan. Indeks Nikkei, TOPIX, Hangseng, dan Shanghai ditutup menguat. Optimisme terpancar dari angka pertumbuhan ekonomi China yang tumbuh di atas ekspektasi.

Lanjar menyebut, sentimen selanjutnya yang akan menjadi fokus investor di antaranya Forum Ekonomi Dunia Tahunan yang rencananya dihadiri oleh Presiden AS Donald Trump, keputusan bank sentral AS hingga pertemuan OPEC yang tengah mengkaji lagi strategi pemangkasan produksi minyak.

Editor: Ranto Rajagukguk

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut