Bahlil Lahadalia Minta Proyek Infrastruktur KPBU Libatkan Pengusaha Daerah
JAKARTA, iNews.id - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia turut menghadiri penjajakan minat pasar (market sounding) enam proyek infrastruktur baru yang digelar Kementerian PUPR. Dia berharap proyek infrastruktur dengan skema Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) bisa melibatkan para pengusaha daerah atau Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Bahlil mengatakan, sesuai instruksi Presiden Jokowi, seluruh investasi yang masuk ke Tanah Air, baik asing maupun dalam negeri untuk selalu bergandengan tangan dan berkolaborasi dengan pengusaha lokal di daerah dan UMKM.
"Kepada Pak Dirjen atau panitia yang membidangi proses KPBU sampai tender, kami meminta karena salah satu KPI BKPM mewajibkan adalah mewajibkan seluruh investasi asing dalam negeri yang masuk ke wilayah-wilayah harus bergandengan dengan pengusaha lokal dan UMKM," ujar Bahlil dalam video conference, Kamis (30/4/2020).
Mantan ketua umum Hipmi ini menjelaskan, pentingnya kolaborasi dengan pengusaha lokal agar tercipta pemerataan pertumbuhan dan kesempatan bagi pelaku-pelaku usaha yang ada di daerah.
BKPM Belum Temukan Investor yang Membatalkan Investasi di Indonesia
"Jadi, kami minta agar ini dari awal sudah dibicarakan karena kami hampir semua investasi yang masuk lewat BKPM itu kami mewajibkan untuk harus berpartner dengan pengusaha lokal yang memenuhi syarat," kata dia.
Bahlil mencontohkan seperti halnya investasi Tanjung Jati Power Plant sebesar Rp38 triliun di Jawa Barat, di mana BKPM meminta 25 persen dari konstruksi bisa diserahkan kepada pengusaha lokal yang memenuhi syarat.
"Jadi, benar-benar pengusaha yang ada di Bandung atau di daerah di mana proyek itu berada untuk setiap ada investasi ada multiplier effect yang terjadi," ucap Bahlil.
Editor: Rahmat Fiansyah