Bahlil Sebut Freeport Lambat Siapkan Syarat Negosiasi Perpanjangan Kontrak
JAKARTA, iNews.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan PT Freeport Indonesia (PTFI) masih agak lambat menyiapkan berbagai persyaratan untuk negosiasi dengan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Padahal dikatakannya, perpanjangan kontrak PTFI sudah hampir selesai.
"(IUPK) Freeport sekarang sudah hampir selesai. Tapi, Freeport kayak agak lambat, lambat dalam menyiapkan berbagai syarat yang menjadi negosiasi. Termasuk negosiasi dengan menteri BUMN (Erick Thohir) belum selesai," ucap dia usai acara Serah Terima Jabatan (Sertijab) yang digelar di Gedung Sarulla Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (19/8/2024).
Ia pun meminta agar hal ini juga dibahas dengan Freeport agar menjadi tanggung jawab mereka.
"Jadi jangan tanya pemerintah terus, tanya freeport juga ya," tutur dia.
Pecah! Grup Band Radja Guncang Perayaan HUT ke-79 RI PT Freeport Indonesia di Tembagapura
Sebelumnya, Bahlil telah mengungkapkan bahwa perpanjangan IUPK Freeport akan terbit sebelum Presiden Joko Widodo (Jokowi) selesai menjabat. Demikian diungkapkannya kala masih menjabat sebagai Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).
Keputusan ini diambilnya mengingat kontrak perusahaan tambang dengan kode saham PTFI itu berakhir pada 2041.