Bakal Bubarkan 7 BUMN, Erick Thohir Diminta Alihkan Karyawan

Suparjo Ramalan ยท Rabu, 05 Mei 2021 - 18:45:00 WIB
Bakal Bubarkan 7 BUMN, Erick Thohir Diminta Alihkan Karyawan
Gedung Kementerian Badan Usaha Milik Negara.

JAKARTA, iNews.id - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, diminta untuk mengalihkan karyawan saat pembubaran tujuh BUMN direalisasikan. 

Menurut ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira, pengalihan karyawan dari BUMN yang dibubarkan perlu dilakukan untuk menghindari adanya pemutusan hubungan kerja (PHK). 

Dia mengungkapkan, keputusan Erick Thohir untuk membubarkan BUMN yang mati suri adalah langkah tepat. Meski begitu, pemegang saham juga harus mempertimbangakan peralihan karyawan baik berstatus kontrak maupun tetap. 

"Jelas dalam penentuan BUMN yang akan dibubarkan harus extra hati-hati. Jangan sampai timbul pengangguran baik pekerja tetap maupun kontrak," ujar Bhima saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Rabu (5/5/2021). 

Dari segi aset, lanjutnya, Kementerian BUMN pun perlu menghitung pengalihan aset eks perusahaan negara kepada PT Perusahaan Pengelola Aset (PAA). Perhitungan aset perlu dilakukan agar ada kejelasan. 

Bhima memaparkana, dari data yang dimilikinya, kinerja keuangan sejumlah BUMN terus merugi. Bahkan, prospek usaha terus menurun hingga tidak memiliki inovasi untuk bersaing dengan korporasi swasta lain. Alih-alih bukannya memberikan kontribusi kepada negara, justru merugikan negara. 

Masalahnya, pemerintah melakukan langkah penyelamatan dengan memberikan sejumlah restrukturisasi dan stimulus, sementara setoran dividen hingga pajak tidak signifikan. Dengan begitu, keberadaan BUMN menjadi benalu bagi negara. 

"Kalau BUMN seperti perusahaan zombie atau zombie company memang sebaiknya dibubarkan karena jadi beban. Kontribusinya kecil bagi ekonomi tapi minta disuntik induknya terus. Bumn zombie juga misalnya bersaing di pasar bebas tapi minta proteksi regulasi pemerintah terus padahal bukan core di sektor yang strategis dan menguasai hajat hidup orang banyak," ujar Bhima. 

Hingga semester II-2021, Kementerian BUMN memproyeksikan pembekuan tujuh perseroan mencapai tahap final. Aksi tersebut akan dilakukan usai pemegang saham mematangkan kajiannya. Salah satunya perihal peralihan aset kepada PPA. 

Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo, merinci empat dari ketujuh BUMN yang akan dibubarkan adalah PT Kertas Kraft Aceh (Persero), PT Industri Glas (Persero), PT Kertas Leces (Persero), dan PT Merpati Nusantara Airlines (Persero).

Secara agregat, Kementerian BUMN menargetkan akan melikuidasi 14 perseroan. Namun, identitas ke-14 perseroan yang akan dibubarkan belum disampaikan secara resmi. 

Editor : Jeanny Aipassa