Bambang Brodjonegoro Sebut Indonesia Butuh Banyak Data Analyst dan Data Scientist

Muhammad Aulia ยท Selasa, 18 Februari 2020 - 13:23:00 WIB
Bambang Brodjonegoro Sebut Indonesia Butuh Banyak Data Analyst dan Data Scientist
Menteri Riset dan Teknologi Bambang PS Brodjonegoro saat memberikan sambutan dalam cara Media Gathering : National Data Science Competition 2020 oleh Shopee di Jakarta, Selasa (18/2/2020). (Foto: iNews.id/Muhammad Aulia)

JAKARTA, iNews.id - Dunia kini memasuki era mahadata (big data) yang bisa dimanfaatkan untuk kepentingan bisnis dan pemerintahan. Sayangnya, hingga kini Indonesia masih kekurangan analis data (data analyst) dan ilmuwan data (data scientist).

Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro menyebut big data sebagai tambang emas di masa depan. Kesuksesan perusahaan bakal tergantung bagaimana mereka mengolah data sebagai acuan pengambilan keputusan bisnis.

"Jadi dari data transaksi atau percakapan, maka bisa ditangkap perilaku manusia. Itu sangat pas untuk diterapkan pada analisa ekonomi dan analisa bisnis," ujar Bambang dalam acara Media Gathering : National Data Science Competition 2020 oleh Shopee di Jakarta, Selasa (18/2/2020).

Big data, kata dia, dicirikan dengan data dengan volume besar dan bergerak cepat, bahkan real time. Untuk itu, dibutuhkan banyak analis data yang memadai untuk mengelola big data yang rumit untuk kemudian dipresentasikan secara sederhana lewat visual.

"Dengan perkembangan big data, ini menjadi sesuatu yang sangat dicari investor, dibutuhkan data scientist yang banyak. Kita harapkan dapat membuat kekhawatiran job loss (akibat teknologi) bisa dikurangi," tutur eks menteri keuangan itu.

Berdasarkan riset Bank Dunia dan McKinsey, Indonesia membutuhkan pekerja terkait big data hingga 9 juta orang untuk periode 2015-2030. Dengan kata lain, rata-rata SDM yang dibutuhkan mencapai 600.000 per tahun.

Editor : Rahmat Fiansyah

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda