Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ekspor RI Tembus 221,23 Miliar Dolar AS hingga September 2026, Naik 5,58 Persen
Advertisement . Scroll to see content

Banjir Impor Pipa Seamless, Industri Lokal Khawatir Gulung Tikar dan PHK Ribuan Karyawan

Kamis, 05 November 2026 - 13:28:00 WIB
Banjir Impor Pipa Seamless, Industri Lokal Khawatir Gulung Tikar dan PHK Ribuan Karyawan
Ilustrasi pipa seamless (Dok. Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id -Industripipa seamless nasional disebut menghadapi ancaman akibat derasnya produk impor yang masuk ke pasar domestik. Jika kondisi ini terus berlanjut, produsen dalam negeri khawatir gulung tikar dan ribuan pekerja kehilangan pekerjaan akibat pemutusan hubungan kerja (PHK).

Direktur PT Indo Sino Internasional, Michael Johan Gary, meminta pemerintah menghentikan pemberian fasilitas Masterlist (pembebasan bea masuk) dan kuota impor pipa seamless kepada perusahaan pengulir dan Heat Treatment Processor. Dia menilai, kebutuhan pipa seamless sebenarnya sudah bisa dipenuhi oleh produsen dalam negeri.

"Produsen pipa seamless nasional lama-lama akan bangkrut. Kalau bangkrut, berarti PHK ribuan karyawan. Belum lagi kredit macet di perbankan nasional. Ini sangat meresahkan," kata Michael dalam keterangannya, Kamis (5/11/2026).

Menurut dia, pemberian fasilitas impor kepada industri pelengkap tidak tepat jika barang yang didatangkan dari luar negeri sudah tersedia dan dapat diproduksi oleh manufaktur nasional. Kebijakan tersebut justru berisiko menekan daya saing produsen lokal, menurunkan pemanfaatan kapasitas produksi, serta menghambat investasi di sektor pipa seamless.

Michael menilai pemerintah tidak perlu menerbitkan kebijakan baru untuk mengatasi persoalan tersebut. Dia merujuk Peraturan Menteri Keuangan Nomor 217/PMK.04/2019 tentang Pembebasan Bea Masuk dan Tidak Dipungut Pajak Dalam Rangka Impor atas Impor Barang untuk Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut