Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Baja Nirkarat RI Bebas Bea Masuk Anti-Dumping Turki, Peluang Ekspor Terbuka Lebar
Advertisement . Scroll to see content

Bank Dunia: Biaya Rekonstruksi Turki-Suriah Capai Miliaran Dolar AS

Selasa, 14 Februari 2023 - 08:06:00 WIB
Bank Dunia: Biaya Rekonstruksi Turki-Suriah Capai Miliaran Dolar AS
Bank Dunia perkirakan biaya rekonstruksi Turki-Suriah capai miliaran dolar AS. Foto: Reuters
Advertisement . Scroll to see content

ANKARA, iNews.id - Wakil Presiden Bank Dunia untuk Timur Tengah dan Afrika Utara Ferid Belhaj memperkirakan, rekontruksi Turki dan Suriah setelah gempa bumi pada pekan lalu bakal menelan biaya mencapai miliaran dolar AS. 

Adapun Bank Dunia telah menjanjikan dana 1,8 miliar dolar AS atau Rp27,4 triliun untuk Turki. Sementara untuk Suriah, tengah diupayakan mencari bantuan.

"Di Turki, Bank Dunia telah berkomitmen sekitar 1,8 miliar dolar AS. Ini karena kami sudah memiliki portofolio di Turki, kami memiliki proyek, dan dapat menggunakan kembali sebagian pendanaan," kata dia, dikutip dari CNBC International, Selasa (14/2/2023). 

Konfederasi Perusahaan dan Bisnis non-pemerintah Turki dalam laporannya memprediksi gempa tersebut menyebabkan kerugian total nyaris 84,1 miliar dolar AS bagi ekonomi Turki. Sebagai perbandingan, gempa Marmara pada 1999 yang melanda kota Izmit dan menewaskan lebih dari 17.000 orang, mengakibatkan kerugian 51,1 miliar dolar AS. 

Biaya rekonstruksi tersebut untuk mendukung ekonomi Turki yang makin terpuruk karena diguncang hiperinflasi, krisis biaya hidup, dan kebijakan moneter kontroversial Presiden Recep Tayyip Erdogan.

"Turki, telah terbukti tangguh selama bertahun-tahun terakhir. Mereka mengalami pasang surut dan mereka mampu mengelolanya," ujar Belhaj. 

Di sisi lain, dia memberikan perkiraan yang lebih suram atas prospek Suriah karena dilanda sanksi.

"Tragedi yang menimpa rakyat Suriah ini, selain semua tragedi yang dialami orang-orang yang sama selama 10-15 tahun terakhir, sungguh mengerikan," ucapnya.

Dia pun mendesak solidaritas global membantu Turki dan Suriah. Bank Dunia, katanya, akan melakukan yang terbaik untuk dua negara tersebut.

Adapun pemberian sanksi dan diasingkan membuat Suriah memiliki akses yang lebih terbatas untuk mendapatkan bantuan Barat daripada Turki, yang merupakan anggota NATO. Uni Eropa menyatakan bahwa Presiden Suriah Bashar Assad secara resmi meminta bantuan pada Rabu pekan lalu. 

Paket kemanusiaan PBB pertama mencapai Suriah pada 9 Februari 2023, ketika Amerika Serikat menangguhkan sanksi 180 hari terhadap Suriah untuk transaksi terkait bantuan gempa.

Wakil Sekretaris Jenderal untuk Urusan Kemanusiaan dan Koordinator Bantuan Darurat untuk PBB Martin Griffiths mengakui tanggapan koalisi yang tidak memuaskan di Suriah.

"Sejauh ini kami telah mengecewakan masyarakat di barat laut Suriah. Mereka benar merasa ditinggalkan. Mencari bantuan internasional yang belum juga sampai. Tugas saya dan kewajiban kita adalah memperbaiki kegagalan ini secepat mungkin. Itulah fokus saya sekarang," tulisnya di Twitter.

Raed al-Saleh, pemimpin kelompok relawan White Helmets non-pemerintah yang telah membantu upaya penyelamatan terutama di wilayah yang dikuasai oposisi Suriah menyatakan di media sosial bahwa dia telah bertemu dengan Griffiths. 

"Kami menghargai permintaan maafnya atas kekurangan dan kesalahannya. Mengakui ini adalah awal menuju jalan yang benar," ucapnya.

Editor: Jujuk Ernawati

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut