Bank Dunia Ubah Ketentuan Garis Kemiskinan, Warga Miskin RI Naik 13 Juta Orang 

Michelle Natalia · Kamis, 29 September 2022 - 16:25:00 WIB
Bank Dunia Ubah Ketentuan Garis Kemiskinan, Warga Miskin RI Naik 13 Juta Orang 
Bank Dunia ubah ketentuan garis kemiskinan, warga miskin RI naik 13 juta orang. Foto: Antara 

JAKARTA, iNews.id - Bank Dunia telah merilis laporan East Asia and The Pacific Economic Update October 2022: Reforms for Recovery. Dalam laporan tersebut, Bank Dunia mengubah ketentuan baru soal garis kemiskinan

Bank Dunia menetapkan ketentuan baru tersebut sebagai respons naiknya harga komoditas di sejumlah negara di kawasan Asia Timur dan Pasifik, terutama Amerika Serikat. 

Adapun garis kemiskinan ekstrem ditetapkan menjadi 2,15 dolar AS atau setara Rp32.812 per orang per hari. Angka ini naik dari sebelumnya, yang sebesar 1,90 dolar AS atau Rp28.995 per orang per hari. 

Ketentuan baru ini membuat 13 juta warga Indonesia turun kelas menjadi kelompok miskin dari sebelumnya berpenghasilan menengah ke bawah.

Sementara itu, ketentuan itu juga menaikkan batas penghasilan kelas menengah ke bawah (lower middle income class) menjadi 3,65 dolar AS atau Rp55.702 per orang per hari dari sebelumnya 3,20 dolar AS atau Rp48.835. Batas penghasilan kelas menengah ke atas (upper middle income class) juga naik menjadi 6,85 dolar AS atau Rp104.537 per orang per hari  dari 5,5 dolar AS atau Rp83.935. 

"Harga yang relatif lebih tinggi menyiratkan penurunan daya beli sehingga menghasilkan tingkat kemiskinan yang lebih tinggi," tulis Bank Dunia dalam laporan tersebut, dikutip Kamis (29/9/2022). 

Penetapan ketentuan baru ini pun membuat 33 juta orang kelas menengah bawah di Asia turun kelas menjadi miskin. Indonesia dan China menjadi dua negara dengan penurunan kelas menengah bawah dan atas terbanyak.

"Meskipun dampak pada kemiskinan ekstrem 2,15 dolar AS relatif terbatas karena kemiskinan ekstrem di wilayah tersebut sudah sangat rendah, perubahan pada garis kelas berpenghasilan menengah ke bawah dan menengah ke atas masing-masing 3,65 dolar AS dan 6,85 dolar AS perlu diperhatikan," tulis laporan tersebut.

Editor : Jujuk Ernawati

Follow Berita iNews di Google News

Bagikan Artikel:




Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda