Bantah Lakukan Penipuan, Sam Bankman-Fried: Saya Tidak Mencuri Uang
NEW YORK, iNews.id - Mantan CEO FTX, Sam Bankman-Fried, membantah dirinya melakukan penipuan dan menyebabkan kerugian miliaran dolar AS terhadap nasabah di bursa kripto tersebut.
Pernyataan itu, disampaikan Sam Bankman-Fried dalam unggahan di blog-nya pada Kamis (12/1/2022), tepat sebulan setelah penangkapan terhadap dirinya dengan tuduhan penipuan akibat bangkrutnya FTX.
Sam Bankman-Fried kini berstatus tahanan rumah dan menghadapi tuduhan mencuri miliaran dolar dari pelanggan FTX untuk membayar utang dana lindung nilai di Alameda Research, membeli real estat mewah, dan menyumbang untuk kampanye politik AS.
Dalam unggahan terbaru di blog-nya, Sam mengaku tidak mencuri uang nasabah dan menyalahkan runtuhnya bursa FTX karena kehancuran luas di pasar kripto,
Pendiri FTX Sam Bankman-Fried Ditangkap di Bahama
"Saya tidak mencuri dana, dan tentu saja saya tidak menyimpan miliaran," tulis Bankman-Fried, di blog-nya seperti dikutip Reuters, Jumat (13/1/2022).
Dia tidak secara langsung membahas tuduhan lain yang diajukan kepadanya oleh jaksa federal di Pengadilan Manhattan pada Desember 2022bulan lalu, yaitu bahwa dia menyesatkan investor dan pemberi pinjaman tentang kondisi keuangan FTX dan Alameda.
Terungkap Sam Bankman-Fried dan Orangtuanya Beli 19 Properti di Bahama Senilai Rp1,9 Triliun
Miliarder berusia 30 tahun itu menulis bahwa Alameda gagal melakukan lindung nilai terhadap kehancuran "ekstrim" di pasar kripto yang terjadi tahun lalu.
"Ketika Alameda menjadi tidak likuid, FTX International juga melakukannya, karena Alameda memiliki posisi margin terbuka di FTX," tulis Bankman-Fried.
Bulan lalu, dua rekan terdekatnya mengaku bersalah menipu pelanggan platform FTX dan setuju untuk bekerja sama dengan penyelidikan jaksa.
Caroline Ellison, mantan kepala eksekutif Alameda, mengatakan dalam sidang pembelaannya bahwa Sam Bankman-Fried dan eksekutif FTX lainnya menerima pinjaman rahasia miliaran dolar dari Alameda.
Sam Bankman-Fried dibebaskan dengan jaminan 250 juta dolar AS pada Desember 2022 dan dijadikan tahanan rumah di rumah orang tuanya di Palo Alto, California. Rumah tersebut dijanjikan sebagai jaminan untuknya kembali ke pengadilan.
Dalam postingan tersebut, Bankman-Fried juga mengatakan sayap AS FTX "sepenuhnya mampu membayar" dan bahwa unit internasionalnya memiliki aset miliaran dolar.
"Jika ingin memulai kembali, saya yakin ada peluang nyata bahwa pelanggan dapat dibuat utuh secara substansial," tulisnya.
Komentar tersebut muncul setelah seorang pengacara FTX pada Rabu (11/1/2023) mengatakan kepada pengadilan federal di Delaware bahwa bursa tersebut telah menemukan lebih dari 5 miliar dolar AS aset likuid, dan bahwa perusahaan berencana untuk menjual investasi nonstrategis yang memiliki nilai buku 4,6 miliar dolar AS.
Itu tidak termasuk aset yang disita oleh Securities Commission of the Bahamas, tempat FTX bermarkas dan tempat Bankman-Fried tinggal sebelum dia diekstradisi ke Amerika Serikat. Pihak berwenang Bahama mengatakan mereka telah menyita 3,5 miliar dolar AS, tetapi FTX mengatakan dana tersebut hanya bernilai 170 juta dolar AS.
FTX dinyatakan bangkrut pada 11 November 2022, pada hari yang sama Sam Bankman-Fried mengundurkan diri sebagai CEO platform perdagangan kripto tersebut.
Editor: Jeanny Aipassa